Petani Tembakau Ingatkan Pemerintah Tak Naikan Cukai 2022
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 16:03 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Pimpinan Nasional Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (DPN APTI), Agus Parmuji mewanti-wanti pemerintah agar tidak menaikan cukai hasil tembakau (CHT) tahun 2022. Pasalnya, wacana kenaikan CHT akan mengganggu panen petani tembakau tahun ini.
"Jangan sampai musim tembakau saat ini akan menjadi pandemi ekonomi jilid ke-3, karena kami khawatir akan mengulang seperti kejadian panen musim musim 3 tahun sebelumnya," tegas Agus Parmuji dihubungi di Jakarta, Jumat (06/08/2021).
Baca Juga: Hasil Kajian NU: Revisi PP Tembakau Memberatkan Petani
"Petani sedang asyik-asyik panen mak bedunduk (red: tiba-tiba) pemerintah membuat kebijakan tentang rencana kenaikan cukai," kata Agus menambahkan.
Dalam situasi pandemi nasional, DPN APTI sangat berharap Pemerintah pusat wajib berkaca terhadap kebijakan tahun-tahun sebelumnya. "Seperti dampak dari kenaikan cukai yang berdampak negatif bagi harga dan penyerapan tembakau nasional," imbuhnya.
Agus mengatakan, cukai hasil tembakau memang ruang industri, tapi perlu dipahami bahwa dampaknya sangat dahsyat bagi petani kecil. Pasalnya, setiap ada rencana kenaikan cukai pasti dijadikan dasar alasan untuk menurunkan harga dan memperlambat penyerapan.
"Kami rindu kesejukan panen di tahun ini dan panen saat ini bagaimana pemerintah bisa merumuskan kebijakan yang bisa menjadi penggerak kebangkitan kemerdekaan ekonomi bagi rakyat pertembakauan, bukan sebaliknya malah melumpuhkan," terang ia.
"Jangan sampai musim tembakau saat ini akan menjadi pandemi ekonomi jilid ke-3, karena kami khawatir akan mengulang seperti kejadian panen musim musim 3 tahun sebelumnya," tegas Agus Parmuji dihubungi di Jakarta, Jumat (06/08/2021).
Baca Juga: Hasil Kajian NU: Revisi PP Tembakau Memberatkan Petani
"Petani sedang asyik-asyik panen mak bedunduk (red: tiba-tiba) pemerintah membuat kebijakan tentang rencana kenaikan cukai," kata Agus menambahkan.
Dalam situasi pandemi nasional, DPN APTI sangat berharap Pemerintah pusat wajib berkaca terhadap kebijakan tahun-tahun sebelumnya. "Seperti dampak dari kenaikan cukai yang berdampak negatif bagi harga dan penyerapan tembakau nasional," imbuhnya.
Agus mengatakan, cukai hasil tembakau memang ruang industri, tapi perlu dipahami bahwa dampaknya sangat dahsyat bagi petani kecil. Pasalnya, setiap ada rencana kenaikan cukai pasti dijadikan dasar alasan untuk menurunkan harga dan memperlambat penyerapan.
"Kami rindu kesejukan panen di tahun ini dan panen saat ini bagaimana pemerintah bisa merumuskan kebijakan yang bisa menjadi penggerak kebangkitan kemerdekaan ekonomi bagi rakyat pertembakauan, bukan sebaliknya malah melumpuhkan," terang ia.
Lihat Juga :