PLTU Barru 2 Sukses Laksanakan Tahapan Backfeeding
Sabtu, 07 Agustus 2021 - 10:44 WIB
loading...
A
A
A
Untuk mempermudah pengawasan terhadap tahapan-tahapan pekerjaan dan waktu pengerjaan, ia memperhatikan milestone yang telah disepakati dengan kontraktor sebagai patokan pengawasan. Jika milestone itu berpotensi terlewati maka ia akan membunyikan alarm pada kontraktor untuk mempercepat pekerjaan.
"Dalam tahap pembangunan atau konstruksi PLTU ada 11 milestone yang harus dilalui, setiap milestone memiliki keterkaitan," tambah Devi.
Baca Juga: Hingga Juni, PLN Terapkan Co-Firing di 17 PLTU Hasilkan Energi Hijau 189 MW
Dimulainya pekerjaan konstruksi yaitu pada saat lahan yang telah dibebaskan oleh PLN dan kemudian diserahkan kepada pihak kontraktor pelaksana. Kontraktor diberikan waktu kurang lebih tujuh bulan untuk melakukan persiapan sebelum dimulainya pekerjaan pondasi.
Pada kertas monitoring yang ia tunjukkan, PLTU Barru 2 memulai pekerjaan pondasi pada trisemester akhir tahun 2018. Pekerjaan pondasi memerlukan waktu kurang lebih 7 bulan. Selanjutnya steel structure atau penyusunan rangka baja, mulai di rakit dipertengahan tahun 2019 dan lanjut pekerjaan perakitan mesin pembangkit.
Devi menjelaskan, target awal penerimaan daya dari sistem dilaksanakan tahun 2020 dikarenakan pandemi covid-19, baru dapat dilaksanakan tanggal 31 Juli.
"Alhamdulillah pekerjaan Gardu Induk (GI) 150kV Barru (ext) dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Barru Incomer telah bertegangan sehingga kami bisa melanjutkan pengujian masing - masing komponen (sub-system) setelah itu pengujian koordinasi fungsi komponen (system) yang memerlukan tegangan dari sistem kelistrikan yang ada," ungkapnya.
Tantangan dalam pekerjaan kali ini jauh lebih rumit, bukan hanya tantangan dari segi teknis dan sosial tetapi ada pandemi yang menyebabkan ia bersama tim perlu membuat schedule atau jadwal ulang untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Terdapat 7 milestone yang perlu dilewati setelah ini.
"Dalam tahap pembangunan atau konstruksi PLTU ada 11 milestone yang harus dilalui, setiap milestone memiliki keterkaitan," tambah Devi.
Baca Juga: Hingga Juni, PLN Terapkan Co-Firing di 17 PLTU Hasilkan Energi Hijau 189 MW
Dimulainya pekerjaan konstruksi yaitu pada saat lahan yang telah dibebaskan oleh PLN dan kemudian diserahkan kepada pihak kontraktor pelaksana. Kontraktor diberikan waktu kurang lebih tujuh bulan untuk melakukan persiapan sebelum dimulainya pekerjaan pondasi.
Pada kertas monitoring yang ia tunjukkan, PLTU Barru 2 memulai pekerjaan pondasi pada trisemester akhir tahun 2018. Pekerjaan pondasi memerlukan waktu kurang lebih 7 bulan. Selanjutnya steel structure atau penyusunan rangka baja, mulai di rakit dipertengahan tahun 2019 dan lanjut pekerjaan perakitan mesin pembangkit.
Devi menjelaskan, target awal penerimaan daya dari sistem dilaksanakan tahun 2020 dikarenakan pandemi covid-19, baru dapat dilaksanakan tanggal 31 Juli.
"Alhamdulillah pekerjaan Gardu Induk (GI) 150kV Barru (ext) dan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150kV Barru Incomer telah bertegangan sehingga kami bisa melanjutkan pengujian masing - masing komponen (sub-system) setelah itu pengujian koordinasi fungsi komponen (system) yang memerlukan tegangan dari sistem kelistrikan yang ada," ungkapnya.
Tantangan dalam pekerjaan kali ini jauh lebih rumit, bukan hanya tantangan dari segi teknis dan sosial tetapi ada pandemi yang menyebabkan ia bersama tim perlu membuat schedule atau jadwal ulang untuk menyesuaikan dengan kondisi yang ada. Terdapat 7 milestone yang perlu dilewati setelah ini.
Lihat Juga :