Pakai Teknologi Ramah Lingkungan, 3 PLTU PLN Grup Raih Penghargaan
Minggu, 08 Agustus 2021 - 20:46 WIB
loading...
A
A
A
“Penghargaan ini kabar menggembirakan dan memberi semangat untuk PLN yang terus berkomitmen terhadap penyediaan energi berkelanjutan yang ramah lingkungan. Ini bukti PLN terus bekerja keras dan cerdas sesuai dengan standar internasional,” ujar Executive Vice President Komunikasi Korporat dan CSR PLN, Agung Murdifi.
Agung turut menyampaikan apresiasi pada seluruh insan PLN di unit peraih penghargaan dan berkomitmen untuk mengembangkan secara bertahap penggunaan teknologi batubara yang ramah lingkungan ke depannya. Dia pun berharap dapat meningkatkan capaian pada gelaran yang sama di tahun-tahun mendatang.
Penghargaan yang diterima unit PLN di Gorontalo, merujuk pada PLTU Gorontalo dengan kapasitas 2 x 25 MW yang berlokasi di Desa Ilangata, kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Propinsi Gorontalo. Masyarakat Gorontalo mengenalnya dengan nama PLTU Anggrek . Dikerjakan oleh putra-putri terbaik Indonesia dari PT Rekadaya Elektrika, yang merupakan perusahaan kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) ketenagalistrikan dalam PLN Grup.
Baca Juga: PLN Stop Kontrak Baru Pembangunan PLTU di 2022
PLTU Anggrek 2x25 MW diresmikan operasinya oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa pada 15 Agustus 2020 lalu. Kehadirannya menyokong rasio elektrifikasi di Provinsi Gorontalo hingga berhasil mencapai 99,9 persen atau lebih lebih tinggi dari nasional sebesar 98,93 persen saat diresmikan.
Sedangkan PLTU Lontar atau PLTU Banten 3 Lontar merupakan pembangkit yang sudah beroperasi sejak 2012 lalu di Tangerang, Banten. PLTU ini memiliki pengalaman pengelolaan kelistrikan berstandar internasional, termasuk menerima sertifikat ISRS (International Sustainability Rating System) pada awal Januari 2019 lalu.
ISRS sendiri adalah sistem terdepan di dunia untuk mengukur dan memperbaiki kualitas sistem manajemen pada perusahaan agar dapat berjalan secara berkesinambungan khususnya pada aspek-aspek HSE (health Safety Environment). ISRS dikembangkan oleh Det Norske Veritas (Norway) dan Germanischer Lloyd (Germany) atau lebih dikenal dengan DNV-GL yang adalah institusi sertifikasi internasional Nowergia dan Jerman.
Agung turut menyampaikan apresiasi pada seluruh insan PLN di unit peraih penghargaan dan berkomitmen untuk mengembangkan secara bertahap penggunaan teknologi batubara yang ramah lingkungan ke depannya. Dia pun berharap dapat meningkatkan capaian pada gelaran yang sama di tahun-tahun mendatang.
Penghargaan yang diterima unit PLN di Gorontalo, merujuk pada PLTU Gorontalo dengan kapasitas 2 x 25 MW yang berlokasi di Desa Ilangata, kecamatan Anggrek, Kabupaten Gorontalo Utara, Propinsi Gorontalo. Masyarakat Gorontalo mengenalnya dengan nama PLTU Anggrek . Dikerjakan oleh putra-putri terbaik Indonesia dari PT Rekadaya Elektrika, yang merupakan perusahaan kontraktor Engineering, Procurement and Construction (EPC) ketenagalistrikan dalam PLN Grup.
Baca Juga: PLN Stop Kontrak Baru Pembangunan PLTU di 2022
PLTU Anggrek 2x25 MW diresmikan operasinya oleh Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) Suharso Monoarfa pada 15 Agustus 2020 lalu. Kehadirannya menyokong rasio elektrifikasi di Provinsi Gorontalo hingga berhasil mencapai 99,9 persen atau lebih lebih tinggi dari nasional sebesar 98,93 persen saat diresmikan.
Sedangkan PLTU Lontar atau PLTU Banten 3 Lontar merupakan pembangkit yang sudah beroperasi sejak 2012 lalu di Tangerang, Banten. PLTU ini memiliki pengalaman pengelolaan kelistrikan berstandar internasional, termasuk menerima sertifikat ISRS (International Sustainability Rating System) pada awal Januari 2019 lalu.
ISRS sendiri adalah sistem terdepan di dunia untuk mengukur dan memperbaiki kualitas sistem manajemen pada perusahaan agar dapat berjalan secara berkesinambungan khususnya pada aspek-aspek HSE (health Safety Environment). ISRS dikembangkan oleh Det Norske Veritas (Norway) dan Germanischer Lloyd (Germany) atau lebih dikenal dengan DNV-GL yang adalah institusi sertifikasi internasional Nowergia dan Jerman.
Lihat Juga :