Hingga Juni, Kapasitas Pembangkit Berbasis Hidro PLN Capai 142,8 MW
Senin, 09 Agustus 2021 - 17:38 WIB
loading...
A
A
A
"Dari total kapasitas pembangkit EBT sebesar 7.999 MW yang saat ini beroperasi, porsi kapasitas pembangkit hidro (PLTA dan PLTM) merupakan penyumbang terbesar di antara pembangkit EBT lainnya," ujarnya.
Untuk mengoptimalkan potensi yang ada, lanjut Agung, perlu ada strategi pengembangan PLTA dan PLTM lewat skema murni dikembangkan oleh PLN. Tidak hanya itu, kerja sama atau sinergi BUMN seperti halnya menggandeng Kementerian PUPR dalam hal pemanfaatan bendung atau waduk multiguna, atau kerja sama melalui skema IPP (swasta).
Sejauh ini, beberapa proyek PLTA yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional dan diharapkan dapat beroperasi dalam waktu dekat juga telah menunjukkan perkembangan yang baik. Misalnya PLTA Jatigede berkapasitas 110 MW yang kini progresnya mencapai 86,06% dan PLTA Peusangan 1&2 berkapasitas 87 MW dengan progress di kisaran 87,02%.
Dalam upaya pengembangan energi bersih yang berkelanjutan, PLN juga membuka peluang untuk bekerja sama dengan para pengembang dari dalam maupun luar negeri. Agung menegaskan, PLN menyambut investor baik lokal maupun internasional dalam pengembangan pembangkit EBT hidro dengan berlandaskan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
PLN juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk melakukan konversi pembangkit dari sumber-sumber berbasis fosil ke EBT. Pada tahap pertama, PLN akan melakukan konversi PLTD di 200 lokasi ke EBT. Semua ini menurutnya merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memenuhi target 23% EBT pada bauran energi pada 2025. Komitmen yang sama ditegaskan untuk pencapaian net zero emission pada 2060.
Untuk mengoptimalkan potensi yang ada, lanjut Agung, perlu ada strategi pengembangan PLTA dan PLTM lewat skema murni dikembangkan oleh PLN. Tidak hanya itu, kerja sama atau sinergi BUMN seperti halnya menggandeng Kementerian PUPR dalam hal pemanfaatan bendung atau waduk multiguna, atau kerja sama melalui skema IPP (swasta).
Sejauh ini, beberapa proyek PLTA yang masuk dalam Proyek Strategis Nasional dan diharapkan dapat beroperasi dalam waktu dekat juga telah menunjukkan perkembangan yang baik. Misalnya PLTA Jatigede berkapasitas 110 MW yang kini progresnya mencapai 86,06% dan PLTA Peusangan 1&2 berkapasitas 87 MW dengan progress di kisaran 87,02%.
Dalam upaya pengembangan energi bersih yang berkelanjutan, PLN juga membuka peluang untuk bekerja sama dengan para pengembang dari dalam maupun luar negeri. Agung menegaskan, PLN menyambut investor baik lokal maupun internasional dalam pengembangan pembangkit EBT hidro dengan berlandaskan prinsip Good Corporate Governance (GCG).
PLN juga telah menyiapkan sejumlah strategi untuk melakukan konversi pembangkit dari sumber-sumber berbasis fosil ke EBT. Pada tahap pertama, PLN akan melakukan konversi PLTD di 200 lokasi ke EBT. Semua ini menurutnya merupakan bagian dari komitmen PLN untuk memenuhi target 23% EBT pada bauran energi pada 2025. Komitmen yang sama ditegaskan untuk pencapaian net zero emission pada 2060.
Lihat Juga :