Awas! PPKM Berlarut-larut Bisa Berdampuk ke PMI Manufaktur

Selasa, 10 Agustus 2021 - 10:52 WIB
loading...
Awas! PPKM Berlarut-larut...
Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira menerangkan, PPKM yang berlarut-larut akan berdampak kerugian pada pelaku usaha khususnya industri pengolahan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat ( PPKM ) membuat PMI (Purchasing Managers' Index) Manufaktur diprediksi akan mencatatkan penurunannya jika penanganannya berlarut-larut.

Menurut Direktur CELIOS (Center of Economic and Law Studies), Bhima Yudhistira menerangkan, hal tersebut juga akan berdampak kerugian pada pelaku usaha khususnya industri pengolahan .

"PMI manufaktur tercatat sudah turun menjadi 40.1 di bulan Juli dari sebelumnya 53.5," ujar Bhima kepada MNC Portal pada, Selasa (10/8/2021).

Baca Juga: Krusial!, Pengusaha: Tolonglah Sektor Ritel dan Manufaktur Dibuka 100%

Padahal kenaikan PMI manufaktur menjadi salah satu instrumen penguatan kinerja ekonomi nasional. Pada bulan Mei, PMI manufaktur Indonesia tercatat naik hingga 54,6.

Jika PMI di atas 50, maka akan sinyal bahwa industri mulai tumbuh kembali atau ekspansif. Sedangkan PMI Manufaktur di bawah 50, maka hal itu menggambarkan sekrtor industri dalam kondisi kontraktif.

Baca Juga: Tumbuh 6,58%, Industri Manufaktur Topang Pertumbuhan Ekonomi Kuartal II

Untuk itu Bhima menyebut, penanganan PPKM yang berlarut larut ini akan memberikan efek penurunan pada kapasitas produksi. Ketika hal tersebut terjadi, maka akan mengganggu pendistribusian barang.

"Semakin PPKM berlarut larut, maka efek ke kapasitas produksi menurun dan terjadi gangguan pada distribusi barang," sambung Bhima.

Sebelumnya, pemerintah resmi mengumumkan perpanjangan PPKM yang berlaku mulai 10 hingga 16 Agustus mendatang untuk wilayah pulau Jawa hingga Bali. Sedangkan untuk di luar wilayah tersebut hingga 23 agustus.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
Krisis Nafta Landa Jepang,...
Krisis Nafta Landa Jepang, Sektor Konstruksi dan Manufaktur Mulai Lumpuh
Terjepit Dua Tekanan...
Terjepit Dua Tekanan Besar, Industri Manufaktur Indonesia Mendekati Batas Stagnasi
Industri Manufaktur...
Industri Manufaktur RI Kena Pukulan Ganda, Terhimpit Krisis Gas hingga Konflik Timur Tengah
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Soal Pengadaan 105.000...
Soal Pengadaan 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih, Evita: Momentum Perkuat Manufaktur Nasional
Rekomendasi
5 Cara Memilih Tempat...
5 Cara Memilih Tempat Top Up Game yang Terpercaya, AntiScam!
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
Mahasiswa Indonesia-Thailand...
Mahasiswa Indonesia-Thailand Pelajari Rantai Pasok Kopi Jawa Lewat Short Course UNEJ
Berita Terkini
Rupiah Bergejolak, Saatnya...
Rupiah Bergejolak, Saatnya Lirik Aset Global?
Naik 2,07%, IHSG Balik...
Naik 2,07%, IHSG Balik Lagi ke Level 6.000-an
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan Harga Obat, BPOM Permudah Perizinan Bahan Baku Impor
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Infografis
5 Rudal Paling Mematikan...
5 Rudal Paling Mematikan di Dunia, Satan II Rusia Bisa Hancurkan Banyak Kota Sekaligus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved