Keuangan Garuda Memburuk, Serikat Karyawan Sambangi Kantor Erick Thohir
Selasa, 10 Agustus 2021 - 11:13 WIB
loading...
Ilustrasi pesawat garuda. Foto/Dok SINDOphoto/Eko Purwanto
A
A
A
JAKARTA - Serikat Bersama Karyawan Garuda Indonesia Bersatu (Sekber) menyampaikan permohonan dukungan kepada Menteri BUMN Erick Thohir ihwal kinerja maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk . Permohonan dukungan tersebut dilakukan saat menyambangi Kementerian BUMN yang rencananya dilakukan pada hari ini.
"Menyikapi kondisi Garuda Indonesia (Persero) Tbk, saat ini, maka kami Karyawan Garuda Indonesia Bersatu akan mendatangi kantor Kementerian BUMN untuk menyampaikan permohonan dukungan kepada Bapak Menteri BUMN, Erick Thohir," ujar Koordinator Sekber Karyawan Garuda Indonesia, Tomy Tampatty, dalam keterangan resmi, Selasa (10/8/2021).
Saat ini, maskapai penerbangan pelat merah tercatat memiliki utang besar Rp70 triliun. Kondisi itu diperparah oleh cash flow perusahaan yang kian memburuk akibat pandemi Covid-19.
Baca juga: Tahun Baru Islam, PP Muhammadiyah Serukan Hijrah Kolektif Atasi Pandemi COVID-19
Sementara itu, pemegang saham sudah menawarkan empat opsi bagi Garuda Indonesia. Dari keempat opsi tersebut, dua diantaranya adalah restrukturisasi kinerja keuangan atau melikuidasi maskapai penerbangan nasional tersebut.
"Menyikapi kondisi Garuda Indonesia (Persero) Tbk, saat ini, maka kami Karyawan Garuda Indonesia Bersatu akan mendatangi kantor Kementerian BUMN untuk menyampaikan permohonan dukungan kepada Bapak Menteri BUMN, Erick Thohir," ujar Koordinator Sekber Karyawan Garuda Indonesia, Tomy Tampatty, dalam keterangan resmi, Selasa (10/8/2021).
Saat ini, maskapai penerbangan pelat merah tercatat memiliki utang besar Rp70 triliun. Kondisi itu diperparah oleh cash flow perusahaan yang kian memburuk akibat pandemi Covid-19.
Baca juga: Tahun Baru Islam, PP Muhammadiyah Serukan Hijrah Kolektif Atasi Pandemi COVID-19
Sementara itu, pemegang saham sudah menawarkan empat opsi bagi Garuda Indonesia. Dari keempat opsi tersebut, dua diantaranya adalah restrukturisasi kinerja keuangan atau melikuidasi maskapai penerbangan nasional tersebut.
Lihat Juga :