Perjalanan Blok Rokan Kembali ke Pangkuan Ibu Pertiwi Usai Hampir 1 Abad Dikelola Chevron
Rabu, 11 Agustus 2021 - 18:12 WIB
loading...
Pengalihan pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku anak usaha PT Pertamina (Persero) merupakan sejarah bagi industri hulu migas. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Pengalihan pengelolaan Wilayah Kerja (WK) Rokan dari PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) kepada Pertamina Hulu Rokan (PHR) selaku anak usaha PT Pertamina (Persero) merupakan sejarah bagi industri hulu migas di Indonesia. Sebelumnya, pengelolaan Blok Rokan dipegang oleh CPI selama 97 tahun.
Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di Indonesia dengan luas 6.220 kilometer persegi yang terletak di lima kabupaten di Riau, yaitu Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu dan Rokan Hilir. Blok tersebut memiliki 96 lapangan dan tiga lapangan di antaranya berpotensi menghasilkan minyak sangat baik, yaitu Duri, Minas dan Bekasap.
Baca Juga: Serap 2.689 Pegawai CPI, Pertamina: Kami Dapat Keluarga Baru
Kehadiran Chevron di Indonesia diawali dengan kedatangan regu geologi Standard Oil Company of California (Socal) pada Maret 1924 untuk melakukan survei eksplorasi. Kemudian di bulan Juni 1930 Socal mendirikan NV NPPM yang merupakan cikal bakal PT Chevron Pacific Indonesia.
Bulan Juli 1936, Socal bersama dengan Texas Oil Company (Texaco) mendirikan California Texas Petroleum Corporation atau yang akrab dikenal Caltex.
Pada bulan Agustus 1941, lapangan minyak Duri ditemukan yang merupakan pertemuan minyak bumi pertama di Riau. Pada bulan Desember 1944, lapangan minyak Minas ditemukan.
Blok Rokan merupakan blok minyak terbesar di Indonesia dengan luas 6.220 kilometer persegi yang terletak di lima kabupaten di Riau, yaitu Bengkalis, Siak, Kampar, Rokan Hulu dan Rokan Hilir. Blok tersebut memiliki 96 lapangan dan tiga lapangan di antaranya berpotensi menghasilkan minyak sangat baik, yaitu Duri, Minas dan Bekasap.
Baca Juga: Serap 2.689 Pegawai CPI, Pertamina: Kami Dapat Keluarga Baru
Kehadiran Chevron di Indonesia diawali dengan kedatangan regu geologi Standard Oil Company of California (Socal) pada Maret 1924 untuk melakukan survei eksplorasi. Kemudian di bulan Juni 1930 Socal mendirikan NV NPPM yang merupakan cikal bakal PT Chevron Pacific Indonesia.
Bulan Juli 1936, Socal bersama dengan Texas Oil Company (Texaco) mendirikan California Texas Petroleum Corporation atau yang akrab dikenal Caltex.
Pada bulan Agustus 1941, lapangan minyak Duri ditemukan yang merupakan pertemuan minyak bumi pertama di Riau. Pada bulan Desember 1944, lapangan minyak Minas ditemukan.
Lihat Juga :