Data Kematian Kasus Covid-19 Dihapus, Jubir Luhut Buka Suara
Kamis, 12 Agustus 2021 - 07:30 WIB
loading...
Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan menjelaskan perihal tak dimasukkannya angka kematian dalam asesmen level Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sementara.
"Bukan dihapus, hanya tidak dipakai sementara waktu karena ditemukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi atau bias dalam penilaian," kata Juru Bicara (Jubir) Menko Marves, Jodi Mahardi melalui keterangan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (12/8/2021).
Baca juga: Kasih Izin China Investasi Bangun Rumah Sakit, Luhut: Tidak Bisa Melawan Pandemi Sendirian
Dia mengungkapkan, banyak data angka kematian yang terdistorsi dan pelaporannya tidak akurat atau mengalami keterlambatan sehingga menimbulkan bias.
"Jadi terjadi distorsi atau bias pada analisis, sehingga sulit menilai perkembangan situasi satu daerah, ditumpuk-tumpuk atau dicicil pelaporannya, sehingga dilaporkan terlambat,” jelas dia.
"Bukan dihapus, hanya tidak dipakai sementara waktu karena ditemukan adanya input data yang merupakan akumulasi angka kematian selama beberapa minggu ke belakang, sehingga menimbulkan distorsi atau bias dalam penilaian," kata Juru Bicara (Jubir) Menko Marves, Jodi Mahardi melalui keterangan tertulis yang diterima MNC Portal Indonesia (MPI), Kamis (12/8/2021).
Baca juga: Kasih Izin China Investasi Bangun Rumah Sakit, Luhut: Tidak Bisa Melawan Pandemi Sendirian
Dia mengungkapkan, banyak data angka kematian yang terdistorsi dan pelaporannya tidak akurat atau mengalami keterlambatan sehingga menimbulkan bias.
"Jadi terjadi distorsi atau bias pada analisis, sehingga sulit menilai perkembangan situasi satu daerah, ditumpuk-tumpuk atau dicicil pelaporannya, sehingga dilaporkan terlambat,” jelas dia.
Lihat Juga :