Dolar Ngamuk, Harga Emas Bakal Makin Remuk?
Kamis, 12 Agustus 2021 - 11:52 WIB
loading...
A
A
A
"Awal aksi jual emas pada hari Senin kemungkinan dipicu oleh pasar Asia yang membeli dolar AS dan menjual emas sebagai respons terhadap naiknya tingkat pekerjaan di AS untuk bulan Juli dari Jumat lalu," ungkap Vivek Dhar, analis komoditas di Commonwealth Bank of Australia, seperti dilansir CNBC, Kamis (12/8/2021).
Kendati harga emas telah pulih sebagian, Dhar memperkirakan sulit bagi logam mulia untuk tetap bullish mengingat prospek kebijakan moneter AS yang cenderung hawkish.
Federal Reserve (the Fed) diperkirakan akan menghentikan pelonggaran moneter dan memperlambat upaya stimulusnya saat ekonomi pulih dari pandemi. Bank sentral AS telah mempertahankan suku bunga mendekati nol, tetapi para pejabatnya telah mengisyaratkan bahwa kenaikan bisa segera terjadi, terutama dengan inflasi yang semakin tinggi.
Tetapi Dominic Schnider, kepala investasi di UBS Global Wealth Management, memperkirakan bahwa imbal hasil riil akan "berkurang negatif" dan itu berarti lebih banyak penurunan untuk emas. Dia pun memperkirakan ada arus keluar dari dana yang diperdagangkan di bursa emas dan pasar berjangka.
Ketika imbal hasil riil naik, maka harga emas turun, dan sebaliknya. Dalam skenario seperti itu, kata dia, biaya peluang memegang emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil, lebih tinggi karena investor melepaskan bunga yang seharusnya diperoleh dari aset yang menghasilkan.
Kendati harga emas telah pulih sebagian, Dhar memperkirakan sulit bagi logam mulia untuk tetap bullish mengingat prospek kebijakan moneter AS yang cenderung hawkish.
Federal Reserve (the Fed) diperkirakan akan menghentikan pelonggaran moneter dan memperlambat upaya stimulusnya saat ekonomi pulih dari pandemi. Bank sentral AS telah mempertahankan suku bunga mendekati nol, tetapi para pejabatnya telah mengisyaratkan bahwa kenaikan bisa segera terjadi, terutama dengan inflasi yang semakin tinggi.
Tetapi Dominic Schnider, kepala investasi di UBS Global Wealth Management, memperkirakan bahwa imbal hasil riil akan "berkurang negatif" dan itu berarti lebih banyak penurunan untuk emas. Dia pun memperkirakan ada arus keluar dari dana yang diperdagangkan di bursa emas dan pasar berjangka.
Ketika imbal hasil riil naik, maka harga emas turun, dan sebaliknya. Dalam skenario seperti itu, kata dia, biaya peluang memegang emas, aset yang tidak memberikan imbal hasil, lebih tinggi karena investor melepaskan bunga yang seharusnya diperoleh dari aset yang menghasilkan.
Lihat Juga :