Menparekraf Dorong Generasi Muda Buka Lapangan Kerja
Kamis, 12 Agustus 2021 - 22:59 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno terus berupaya mendorong generasi muda untuk bisa membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat, terlebih di tengah pandemi Covid-19. Salah satu cara mewujudkannya, Sandi meminta mahasiswa Politeknik Pariwisata Palembang menjadi wirausaha muda di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Sandi menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 bisa disiasati dengan semangat kewirausahaan dan strategi pemulihan sektor parekraf, salah satunya berfokus kepada sumber daya manusianya (SDM).
“Karena SDM harus diupskiling dan direskilling agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan. Pada saat ini selain Ijazah, hal terpenting dalam mendapatkan pekerjaan adalah pengalaman dan keterampilanlah yang menjadi utama dan prioritas. Dan kompetensi ini sudah berganti dengan pendidikan vokasi,” katanya dalam webinar, Kamis (12/8/2021).
Baca juga:Batal Cabut Laporan, Siti Mirza Lanjutkan Laporan Kasus Dugaan Penipuan Rp2,5 M Anak Akidi Tio
Menparekraf mengajak enam perguruan tinggi negeri pariwisata (PTNP) yang berada di bawah Kemenparekraf atas arahan Presiden Joko Widodo untuk mengedepankan pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan industri.
“Contohnya seperti perusahaan-perusahaan internasional seperti Apple, IBM, Google, dan 12 perusahaan besar lainnya. Tidak lagi melihat tingkat kelulusan universitas sebagai konsideran utama, tapi mereka melihat dari sisi keterampilan,” ujarnya.
Kota yang terkenal dengan julukan “Bumi Sriwijaya” itu memiliki potensi di sektor parekraf yang potensial untuk dikembangkan. Mulai dari seni, budaya, tempat bersejarah, kriya, fesyen, serta wisata kuliner yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia maupun mancanegara.
Sandi menjelaskan, dampak pandemi Covid-19 bisa disiasati dengan semangat kewirausahaan dan strategi pemulihan sektor parekraf, salah satunya berfokus kepada sumber daya manusianya (SDM).
“Karena SDM harus diupskiling dan direskilling agar dapat memenuhi berbagai kebutuhan. Pada saat ini selain Ijazah, hal terpenting dalam mendapatkan pekerjaan adalah pengalaman dan keterampilanlah yang menjadi utama dan prioritas. Dan kompetensi ini sudah berganti dengan pendidikan vokasi,” katanya dalam webinar, Kamis (12/8/2021).
Baca juga:Batal Cabut Laporan, Siti Mirza Lanjutkan Laporan Kasus Dugaan Penipuan Rp2,5 M Anak Akidi Tio
Menparekraf mengajak enam perguruan tinggi negeri pariwisata (PTNP) yang berada di bawah Kemenparekraf atas arahan Presiden Joko Widodo untuk mengedepankan pendidikan vokasi yang terintegrasi dengan industri.
“Contohnya seperti perusahaan-perusahaan internasional seperti Apple, IBM, Google, dan 12 perusahaan besar lainnya. Tidak lagi melihat tingkat kelulusan universitas sebagai konsideran utama, tapi mereka melihat dari sisi keterampilan,” ujarnya.
Kota yang terkenal dengan julukan “Bumi Sriwijaya” itu memiliki potensi di sektor parekraf yang potensial untuk dikembangkan. Mulai dari seni, budaya, tempat bersejarah, kriya, fesyen, serta wisata kuliner yang cukup terkenal di kalangan masyarakat Indonesia maupun mancanegara.
Lihat Juga :