Sandiaga: Vaksinasi Kunci Ekonomi Pulih dan Dibukanya Lapangan Kerja
Jum'at, 13 Agustus 2021 - 10:42 WIB
loading...
Menparekraf Sandiaga Uno. Foto/Dok Kemenparekraf
A
A
A
JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, vaksinasi menjadi salah satu kunci dalam menekan angka Covid-19 sehingga ekonomi dapat bangkit dengan terbukanya kembali lapangan kerja. Hal tersebut disampaikan Menparekraf Sandiaga saat membuka secara daring kegiatan vaksinasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat, Kamis (12/8).
“Kita harapkan ini (vaksinasi) merupakan langkah nyata dalam mewujudkan kekebalan komunal khususnya di wilayah Lombok, NTB. Karena vaksinasi ini adalah kunci kita untuk bisa menang melawan pandemi sehingga ekonomi dapat bangkit dengan terbukanya kembali lapangan kerja, khususnya di pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (13/8/2021).
Baca juga: Sandiaga Uno lagi-lagi Masuk 5 Besar Tokoh dengan Elektabilitas Tinggi
Menparekraf menjelaskan, menurut data dari Kemenkes pada 11 Agustus 2021, target vaksinasi untuk wilayah Nusa Tenggara Barat yakni sekitar 3,9 juta masyarakat.
"Sementara yang sudah menerima vaksinasi untuk dosis pertama baru sebanyak 15,4 persen, dan untuk dosis kedua sebesar 6,7 persen. Berarti kita harus mengakselerasi dan kita harus all out untuk mendistribusikan vaksin ini ke masyarakat NTB,” paparnya.
“Kita harapkan ini (vaksinasi) merupakan langkah nyata dalam mewujudkan kekebalan komunal khususnya di wilayah Lombok, NTB. Karena vaksinasi ini adalah kunci kita untuk bisa menang melawan pandemi sehingga ekonomi dapat bangkit dengan terbukanya kembali lapangan kerja, khususnya di pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Sandiaga melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (13/8/2021).
Baca juga: Sandiaga Uno lagi-lagi Masuk 5 Besar Tokoh dengan Elektabilitas Tinggi
Menparekraf menjelaskan, menurut data dari Kemenkes pada 11 Agustus 2021, target vaksinasi untuk wilayah Nusa Tenggara Barat yakni sekitar 3,9 juta masyarakat.
"Sementara yang sudah menerima vaksinasi untuk dosis pertama baru sebanyak 15,4 persen, dan untuk dosis kedua sebesar 6,7 persen. Berarti kita harus mengakselerasi dan kita harus all out untuk mendistribusikan vaksin ini ke masyarakat NTB,” paparnya.
Lihat Juga :