Uji Bebas Kontaminasisti Jejak Covid-19 Syarat Ekspor Produk Perikanan

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 20:57 WIB
loading...
A A A
Ketua Umum Asosiasi Produsen Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Ir. Budhi Wibowo menekankan, pentingnya menjaga pasar ekspor China bagi para nelayan ataupun produsen produk-produk perikanan Indonesia. Sebab, China merupakan negara tujuan ekspor produk perikanan terbesar secara volume (423.000 ton) bagi Indonesia per tahun 2020, dengan laju pertumbuhan 12,37% terhitung 2015—2020.

Selain itu, China merupakan negara tujuan ekspor dengan nilai terbesar kedua bagi Indonesia per tahun 2020 senilai USD817 juta. Tentunya para pengusaha ekspor produk perikanan Indonesia akan kewalahan untuk mencari pasar lain lantaran serapan pasar China cukup massif.

Terlebih lagi, masih ada pangsa pasar yang besar untuk produk olahan perikanan. Produk olahan dengan nilai tambah seperti ready-to-eat atau retail pack akan bertumbuh permintaannya yang berpotensi diekspor ke China, khususnya untuk komoditas-komoditas yang sangat berlimpah dan murah di Indonesia.

Potensi dari tren frozen food atau makanan beku untuk perikanan justru semakin menggiurkan bagi para eksportir di Indonesia seperti yang digambarkan oleh CEO China Academy Inspection Quarantine (CAIQTEST) Malaysia, Dr. Ch’ng Soo Ee.

Selama tahun 2015—2020 pertumbuhan industri rata-rata untuk makanan beku di China sebesar 9,6%. Namun, pada 25 November 2020 Pemerintah China melakukan keterlacakan produk serta melakukan inspeksi terhadap produk-produk pangan beku, khususnya produk impor dan termasuk produk perikanan.

Pelacakan dan inspeksi tersebut dilakukan untuk menjamin produk yang masuk ke China telah bebas kontaminasi jejak Covid-19. Imbasnya hingga 25 Februari 2021, bea cukai China telah menguji 1,49 juta sampel produk-produk pangan beku impor dan 79 sampel dengan hasil positif.

Pihak berwenang Tiongkok telah menangguhkan 129 pemasok dari 21 negara impor ke China di mana karyawan telah terinfeksi virus, 110 perusahaan secara sukarela menghentikan ekspor ke China karena tidak mampu memenuhi standar produk yang baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Hadiri Asia Pacific...
Hadiri Asia Pacific Maritime 2026, BKI Perkuat Kolaborasi Industri Maritim Global
Tarif 0% Ekspor Tuna...
Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Perkuat Ekonomi Bontang,...
Perkuat Ekonomi Bontang, Hilirisasi Pengalengan Ikan dan Rumput Laut Jadi Prioritas Investasi
Duit Rp522 Triliun Setiap...
Duit Rp522 Triliun Setiap Tahun Hilang Akibat Pencurian Ikan di Laut Indonesia
Indonesia Luncurkan...
Indonesia Luncurkan Ocean Centre, Bangun Ekonomi Biru yang Aman dan Berkelanjutan
Ajak Raffi Cs ke BINS...
Ajak Raffi Cs ke BINS Karawang, Menteri Trenggono Dorong Anak Muda Tekuni Budidaya Perikanan
Regal Springs Indonesia...
Regal Springs Indonesia Rayakan 10 Tahun Ekspor Tilapia ke Pasar Global
Rembuk Nelayan 2025,...
Rembuk Nelayan 2025, Meminta Prabowo Perhatikan Nasib Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan
Rekomendasi
Rueibin Chen Sebut Tampil...
Rueibin Chen Sebut Tampil di Indonesia sebagai Impian, Siap Hibur Pecinta Musik Klasik Jakarta
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan...
FIFGROUP Raih Lima Penghargaan di HR Asia Awards 2026
Viral Gunung Lawu Akan...
Viral Gunung Lawu Akan Erupsi Besar, Badan Geologi: Hoaks!
Berita Terkini
Tok! DPR dan Pemerintah...
Tok! DPR dan Pemerintah Sepakati Asumsi Makro KEM-PPKF 2027, Target Lifting Migas Dikerek
Elnusa Petrofin dan...
Elnusa Petrofin dan Pertamina Patra Niaga Perkuat Distribusi Avtur Bali-Nusra
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Hak Dasar Investor di Pasar Modal
Asabri Gandeng 119 RS...
Asabri Gandeng 119 RS TNI Perluas Akses Jaminan Sosial Prajurit
Kelompok Studi Mahasiswa...
Kelompok Studi Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta Antusias Ikuti Edukasi Pasar Modal dari MNC Sekuritas
Rupiah Hari Ini Kurang...
Rupiah Hari Ini Kurang Bertenaga di Posisi Rp17.762 per Dolar AS, Berikut Sebabnya
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved