Uji Bebas Kontaminasisti Jejak Covid-19 Syarat Ekspor Produk Perikanan

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 20:57 WIB
loading...
Uji Bebas Kontaminasisti...
Keynote Speaker Pak Widodo Sumiyanto A.Pi, MM Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementrian Kelautan dan Perikanan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Terdapat peningkatan volume ekspor produk perikanan sebesar 7.17% pada semester 1 Tahun 2021 dibandingkan periode yang sama 2020. China menjadi negara tujuan ekspor hasil perikanan dengan volume tertinggi pada enam bulan pertama tahun lalu.

Penjelasan yang diberikan oleh Kepala Pusat Pengendalian Mutu Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu (BKIPM), dan Keamanan Hasil Perikanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Widodo Sumiyanto A.Pi, M.M., itu dipaparkan pada webinar nasional Strategi Ekspor Produk Perikanan Menembus Pasar China Tanpa Hambatan.

Baca Juga: Bertemu Dubes China, Trenggono Amankan Ekspor Ikan

Peluang pasar ekspor ke China memang menggiurkan, namun selama pandemi Covid-19 melanda China memberlakukan regulasi baru untuk produk yang di impor. Salah satu standar produk yang diekspor harus bebas dari kontaminasi jejak Covid-19.

Selama tahun 2020, terdapat 6 kasus positif produk perikanan dari Indonesia yang diekspor ke China. Jumlah tersebut ternyata meningkat pada tahun 2021 menjadi 37 kasus hingga 9 Agustus 2021.

Dari 37 kasus tersebut, terdeteksi kontaminasi jejak Covid-19 pada 14 (37.8%) produk bahan baku segar dan 23 (62.2 %) bahan baku beku. Adapun untuk kategori produk akhir segar 1 (2,7 %), dan produk akhir beku 36 (97,3 %).

Pemerintah Indonesia, khususya BKIPM telah melakukan upaya untuk mengurangi kasus kontaminasi jejak Covid-19 pada produk dan kemasan perikanan lewat kerja sama dengan General Administration of Customs China (GACC) melakukan audit dan inspeksi kepada UPI yang produknya terdeteksi kontaminasi jejak Covid-19.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Pengolahan & Pemasaran Produk Perikanan Indonesia (AP5I), Ir. Budhi Wibowo menekankan, pentingnya menjaga pasar ekspor China bagi para nelayan ataupun produsen produk-produk perikanan Indonesia. Sebab, China merupakan negara tujuan ekspor produk perikanan terbesar secara volume (423.000 ton) bagi Indonesia per tahun 2020, dengan laju pertumbuhan 12,37% terhitung 2015—2020.

Selain itu, China merupakan negara tujuan ekspor dengan nilai terbesar kedua bagi Indonesia per tahun 2020 senilai USD817 juta. Tentunya para pengusaha ekspor produk perikanan Indonesia akan kewalahan untuk mencari pasar lain lantaran serapan pasar China cukup massif.

Terlebih lagi, masih ada pangsa pasar yang besar untuk produk olahan perikanan. Produk olahan dengan nilai tambah seperti ready-to-eat atau retail pack akan bertumbuh permintaannya yang berpotensi diekspor ke China, khususnya untuk komoditas-komoditas yang sangat berlimpah dan murah di Indonesia.

Potensi dari tren frozen food atau makanan beku untuk perikanan justru semakin menggiurkan bagi para eksportir di Indonesia seperti yang digambarkan oleh CEO China Academy Inspection Quarantine (CAIQTEST) Malaysia, Dr. Ch’ng Soo Ee.

Selama tahun 2015—2020 pertumbuhan industri rata-rata untuk makanan beku di China sebesar 9,6%. Namun, pada 25 November 2020 Pemerintah China melakukan keterlacakan produk serta melakukan inspeksi terhadap produk-produk pangan beku, khususnya produk impor dan termasuk produk perikanan.

Pelacakan dan inspeksi tersebut dilakukan untuk menjamin produk yang masuk ke China telah bebas kontaminasi jejak Covid-19. Imbasnya hingga 25 Februari 2021, bea cukai China telah menguji 1,49 juta sampel produk-produk pangan beku impor dan 79 sampel dengan hasil positif.

Pihak berwenang Tiongkok telah menangguhkan 129 pemasok dari 21 negara impor ke China di mana karyawan telah terinfeksi virus, 110 perusahaan secara sukarela menghentikan ekspor ke China karena tidak mampu memenuhi standar produk yang baru.

Baca Juga: Resmi! Pemerintah Ubah Badan Hukum BUMN Perikanan Indonesia Menjadi Persero

Oleh karena itu, supaya ekspor produk pengusaha eksportir produk perikanan Indonesia lancar, produk perlu diuji Covid-19 sebelum diekspor. Laboratorium yang menjadi strategic partner CAIQTEST di Indonesia adalah laboratorium uji MUTU.

Prosedur yang dilakukan yaitu sampling dan swab Real Time Polymerase Chain Reaction (RT PCR) untuk mendeteksi Sars-Cov-2.

Hasil uji dari laboratorium MUTU langsung terintegrasi ke sistem CAIQTEST serta produk akan mendapatkan label yang mengandung kode sumber (source code) yang diterbitkan oleh CAIQTEST.

Produk yang sudah dinyatakan bebas kontaminasi jejak Covid-19 dan mendapatkan kode sumber berbentuk QR code dari CAIQTEST, dapat dilacak keberadaannya setiap label di scan sebagai upaya keterlacakan produk yang dilakukan pemerintah China.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
Hadiri Asia Pacific...
Hadiri Asia Pacific Maritime 2026, BKI Perkuat Kolaborasi Industri Maritim Global
Tarif 0% Ekspor Tuna...
Tarif 0% Ekspor Tuna ke Jepang Resmi Berlaku, Intip Syaratnya
Perkuat Ekonomi Bontang,...
Perkuat Ekonomi Bontang, Hilirisasi Pengalengan Ikan dan Rumput Laut Jadi Prioritas Investasi
Duit Rp522 Triliun Setiap...
Duit Rp522 Triliun Setiap Tahun Hilang Akibat Pencurian Ikan di Laut Indonesia
Indonesia Luncurkan...
Indonesia Luncurkan Ocean Centre, Bangun Ekonomi Biru yang Aman dan Berkelanjutan
Ajak Raffi Cs ke BINS...
Ajak Raffi Cs ke BINS Karawang, Menteri Trenggono Dorong Anak Muda Tekuni Budidaya Perikanan
Regal Springs Indonesia...
Regal Springs Indonesia Rayakan 10 Tahun Ekspor Tilapia ke Pasar Global
Rembuk Nelayan 2025,...
Rembuk Nelayan 2025, Meminta Prabowo Perhatikan Nasib Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan
Rekomendasi
Menlu Iran Bilang Hamas:...
Menlu Iran Bilang Hamas: Gaza Penting dalam Negosiasi dengan AS
Netanyahu Terpaksa Terima...
Netanyahu Terpaksa Terima Gencatan Senjata, Israel Bersiap Tarik Pasukan
Keberlangsungan Energi...
Keberlangsungan Energi Listrik vs Dominasi Oligarki Batubara
Berita Terkini
Asabri Gandeng Bio Farma...
Asabri Gandeng Bio Farma Edukasi Kanker Serviks di Sespim Polri
Pacu Daya Saing Pariwisata,...
Pacu Daya Saing Pariwisata, Kemenpar Dorong Kebijakan Bebas Visa Kunjungan
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen dan PNM Gelar Pelatihan Vokasi untuk Difabel di Brebes
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Mandiri Tunas Finance...
Mandiri Tunas Finance dan APPI Beri Pelatihan Strategi Keuangan bagi UMKM
Kinerja Keuangan Impresif,...
Kinerja Keuangan Impresif, MNC Kapital Rombak Direksi dan Bidik Penambahan Modal
Infografis
5 Cara Mencegah Lonjakan...
5 Cara Mencegah Lonjakan Covid-19 di Momen Libur Nataru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved