Satyamitra Kemas Lestari Optimistis Penjualan Tembus Rp2 Triliun

Sabtu, 14 Agustus 2021 - 07:06 WIB
loading...
Satyamitra Kemas Lestari...
Foto Ilustrasi/Istimewa
A A A
JAKARTA - Emiten pengemasan PT Satyamitra Kemas Lestari Tbk (SMKL) optimis penjualan sepanjang tahun ini bisa mencapai Rp2,07 triliun. Perseroan juga memperkirakan penjualan pada semester II/2021 akan naik menjadi Rp1,1 triliun dari Rp966,7 miliar.

Direktur Satyamitra Kemas Lestari, Herryanto Setiono mengatakan hingga akhir Juni 2021 perusahaan membukukan penjualan mencapai Rp966,7 miliar naik jika dibandingkan pada periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp832,5 miliar. Sedangkan laba sebelum pajak juga mengalami lonjakan tajam menjadi Rp53,6 miliar sepanjang periode Januari-Juni 2021, dibandingkan Rp20,1 miliar yang diperoleh pada periode yang sama tahun 2020 atau terdapat kenaikan sebesar 166,21%.

Baca Juga : Dirut Garuda Ungkap Alasan Komposisi Komisaris dan Direksi Jadi Lebih Ramping

“Untuk itu kami memproyeksikan penjualan pada semester II/2021 akan naik menjadi Rp1,1 triliun dari Rp966,7 miliar. Sehingga penjualan selama tahun 2021 diproyeksikan akan mencapai Rp2,07 triliun,” kata Herryanto dalam keterangan rilisnya di Jakarta, Sabtu (14/8/2021).

Dia juga menjelaskan, muculnya pandemi Covid-19 telah merubah strategi bisnis dunia usaha pada tahun 2021, dari yang sebelumnya berfokus pada pertumbuhan usaha menjadi bagaimana bisa bertahan di tengah situasi perekonomian yang masih belum stabil. “Hal itu juga dilakukan oleh Satyamitra Kemas Lestari di tahun ini, meski perseroan tetap mencanangkan pertumbuhan sekitar 15% hingga 20% tahun ini,” tambahnya.

Herryanto menambahkan, beberapa strategi baru yang diterapkan perseroan untuk mempertahankan kinerja diantaranya memaksimalkan apa yang sudah dimiliki dengan melakukan perbaikan-perbaikan sehingga efisiensi dapat terus dilakukan secara terus menerus. Selain itu perusaan juga melakukan inovasi baru baik dalam proses produksi maupun memperluas pasar dengan menambah pelanggan-pelanggan baru. Terakhir perusahaan mempersiapkan rencana pengembangan dan perluasan untuk menambah pabrik baru di Jawa Tengah.

“Kami juga telah mencanangkan ekspansi usaha hingga tahun 2025 melalui pembangunan pabrik corrugated carton box untuk mencapai target produksi sebesar 5.500 ton. Pembangunan pabrik akan menempati areal seluas 25 hektar berlokasi di Batang Jawa Tengah,” jelasnya.

Pembangunan untuk tahap pertama akan dimulai tahun 2022 hingga tahun 2023 dengan membangun dua line produksi untuk memenuhi target produksi sebesar 4.500 ton. Sedangkan tahap dua akan dimulai tahun 2025 dengan satu line produksi untuk memenuhi target produksi sebesar 5.500 ton.

Baca Juga : Vaksinasi Pekerja Industri Sangat Strategis dalam Mendorong Ekonomi

Selain pencangan berbagai strategi dan ekspansi usaha untuk mendukung keberlanjutan pertumbuhan kinerja perseroan di masa mendatang, kegiatan usaha perseroan juga dikuatkan dengan dukungan pemerintah terhadap kebijakan yang menetapkan empat sektor industri sebagai prioritas bagi revolusi Industri 4.0, dimana keempat sektor tersebut sebagai sektor potensial yang selama ini menjadi pasar bagi produk perseroan. Keempat sektor itu adalah sektor makanan dan minuman (mamin), sektor tekstil dan busana, sektor otomotif dan sektor biokimia serta sektor elektronik).

“Pertumbuhan kelas menengah di tahun-tahun mendatang juga akan menjadi dukungan untuk memperkuat pasar bagi industri kemasan yang saat ini menjadi produk utama perseroan. Sebab produk kemasan akan menjadi daya saing suatu produk terutama untuk produk-produk yang dikonsumsi langsung oleh masyarakat (consumer goods) dan produk ritel,” tutupnya.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Gelar RUPST, Krom Bank...
Gelar RUPST, Krom Bank Cetak Kinerja Kuat di Sepanjang 2025
Indocement Bagikan Dividen...
Indocement Bagikan Dividen Rp1,54 Triliun, Setujui Perubahan Pengurus
Percepat Produktivitas...
Percepat Produktivitas Manufaktur dengan Solusi Jaringan dan Storage Berbasis AI
Pertumbuhan Industri...
Pertumbuhan Industri dan Kontraksi Listrik Dinilai Masih Rasional
SIG Bagikan Seluruh...
SIG Bagikan Seluruh Laba 2025 Rp190,8 Miliar sebagai Dividen Tunai
Indonesia Manufacturing...
Indonesia Manufacturing Symposium 2026, Membangun Sistem Enterprise
Larangan Truk Sumbu...
Larangan Truk Sumbu 3 saat Momen Lebaran Berpotensi Ganggu Industri Manufaktur
Soal Pengadaan 105.000...
Soal Pengadaan 105.000 Kendaraan Koperasi Merah Putih, Evita: Momentum Perkuat Manufaktur Nasional
Rekomendasi
China Tangkap 2 Pemimpin...
China Tangkap 2 Pemimpin Gereja Bawah Tanah yang Berpengaruh, Apa Pemicunya?
Pesawat Pengebom Strategis...
Pesawat Pengebom Strategis Tu-22M3 Rusia Jatuh saat Latihan Penerbangan, Apakah Ada Sabotase?
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
Berita Terkini
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Harga Tiket Whoosh Pakai...
Harga Tiket Whoosh Pakai Skema Dinamis Sambut Libur Sekolah Plus Long Weekend, Termurah Rp250 Ribu
Bahlil Antisipasi Ledakan...
Bahlil Antisipasi Ledakan Subsidi Energi Tahun Depan, Segini Hitungannya dalam RAPBN 2027
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Jaring Talenta Pelaut Muda Perkuat Distribusi Energi Nasional
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved