Peluang di Ujung Pandemi, Hary Suwanda Ungkap Rahasia Bull Market Terhebat
Minggu, 15 Agustus 2021 - 12:32 WIB
loading...
A
A
A
Hary membandingkan besaran stimulus moneter The Fed di tahun 2020 dengan Quantitative Easing (QE) 2008–2013. Pada kurun waktu tersebut, QE yang dilakukan The Fed tidak serempak dilakukan bersama-sama dengan Bank Sentral lainnya di seluruh dunia. Tidak pernah tersedia likuiditas dalam jumlah berlimpah seperti sekarang ini.
"Memang benar ada banyak bisnis yang menderita akibat Covid-19, namun sebagaimana pepatah yang mengatakan 'There is always a bull market somewhere', pada krisis kali ini juga menunjukkan bahwa tidak semua bisnis menderita akibat Covid-19," kata pria yang juga penulis buku Best Seller “Rahasia Bebas Finansial dengan Berinvestasi di Pasar Modal”.
Dia menyontohkan, Zoom Video Communications (Nasdaq: ZM) misalnya, justru bertumbuh pesat akibat Covid-19. Mulai dari rapat bisnis, sekolah, kursus, beralih dari kafe, ruangan kelas, ke Zoom Meeting secara daring dari rumah masing-masing.
Baca juga: Modal Asing yang Kabur dari Indonesia Tembus Rp5,4 Triliun
Sebagai catatan, sejak awal tahun 2020 saham Zoom dibuka pada level USD68,80 per lembar saham. Pada 19 Oktober 2020, ZM menyapai titik tertinggi di level USD588,84 per lembar saham. Terjadi gain 755,87% dalam jangka waktu kurang dari 11 bulan.
Lebih lanjut Hary menuturkan, buku terbarunya itu bukan membahas tentang bursa saham Amerika, namun ada beberapa fakta penting sehubungan dengan bursa saham Negeri Paman Sam itu yang menjadi dasar analisis guna menjelaskan fenomena yang terjadi di BEI.
"Memang benar ada banyak bisnis yang menderita akibat Covid-19, namun sebagaimana pepatah yang mengatakan 'There is always a bull market somewhere', pada krisis kali ini juga menunjukkan bahwa tidak semua bisnis menderita akibat Covid-19," kata pria yang juga penulis buku Best Seller “Rahasia Bebas Finansial dengan Berinvestasi di Pasar Modal”.
Dia menyontohkan, Zoom Video Communications (Nasdaq: ZM) misalnya, justru bertumbuh pesat akibat Covid-19. Mulai dari rapat bisnis, sekolah, kursus, beralih dari kafe, ruangan kelas, ke Zoom Meeting secara daring dari rumah masing-masing.
Baca juga: Modal Asing yang Kabur dari Indonesia Tembus Rp5,4 Triliun
Sebagai catatan, sejak awal tahun 2020 saham Zoom dibuka pada level USD68,80 per lembar saham. Pada 19 Oktober 2020, ZM menyapai titik tertinggi di level USD588,84 per lembar saham. Terjadi gain 755,87% dalam jangka waktu kurang dari 11 bulan.
Lebih lanjut Hary menuturkan, buku terbarunya itu bukan membahas tentang bursa saham Amerika, namun ada beberapa fakta penting sehubungan dengan bursa saham Negeri Paman Sam itu yang menjadi dasar analisis guna menjelaskan fenomena yang terjadi di BEI.
Lihat Juga :