Digempur Bank Digital, Saham Bank Mandiri Masih Prospek
Senin, 16 Agustus 2021 - 18:41 WIB
loading...
A
A
A
Direktur Utama Bank Mandiri Darmawan Junaidi mengatakan, perseroan akan fokus memacu inovasi digital untuk meningkatkan akses nasabah kepada layanan dan produk perbankan. Dalam waktu dekat, Livin’ by mandiri akan ditingkatkan lagi fiturnya untuk menjadi super app, yang dapat memenuhi seluruh kebutuhan transaksi finansial nasabah ritel terutama dari Mandiri Group.
“Untuk nasabah wholesale, kami tengah mengembangkan platform digital, sehingga seluruh transaksi nasabah wholesale akan terintegrasi ke dalam satu platform yang rencananya akan diluncurkan pada kuartal IV tahun ini. Semua itu menjadikan mandiri sebagai bank beyond digital banking," kata Darmawan dalam paparan publik, belum lama ini.
Sementara itu, Okie Ardiastama memproyeksikan net interest margin (NIM) Bank Mandiri tahun ini sebesar 4,73%. Rendahnya cost of fund juga menjadi penopang kenaikan margin tersebut.
Adapun kualitas aset Bank Mandiri diproyeksikan makin membaik dengan NPL diprediksi turun dari 3,09% pada 2020 menjadi 3,01% pada akhir 2021. Pertumbuhan kredit diproyeksikan tumbuh 2,89% (yoy), yang akan didorong oleh distribusi KUR yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Okie merekomendasikan buy saham BMRI dengan target harga Rp 7.500 untuk 12 bulan ke depan. “Investor dapat mempertimbangkan BMRI dan tentunya juga perlu dikombinasikan dengan strategi masing-masing, baik dalam money management maupun profil risiko,” ujar dia.
Baca Juga: Pendapatan Bunga Naik, Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp12,5 Triliun
“Untuk nasabah wholesale, kami tengah mengembangkan platform digital, sehingga seluruh transaksi nasabah wholesale akan terintegrasi ke dalam satu platform yang rencananya akan diluncurkan pada kuartal IV tahun ini. Semua itu menjadikan mandiri sebagai bank beyond digital banking," kata Darmawan dalam paparan publik, belum lama ini.
Sementara itu, Okie Ardiastama memproyeksikan net interest margin (NIM) Bank Mandiri tahun ini sebesar 4,73%. Rendahnya cost of fund juga menjadi penopang kenaikan margin tersebut.
Adapun kualitas aset Bank Mandiri diproyeksikan makin membaik dengan NPL diprediksi turun dari 3,09% pada 2020 menjadi 3,01% pada akhir 2021. Pertumbuhan kredit diproyeksikan tumbuh 2,89% (yoy), yang akan didorong oleh distribusi KUR yang lebih tinggi dibandingkan tahun lalu.
Okie merekomendasikan buy saham BMRI dengan target harga Rp 7.500 untuk 12 bulan ke depan. “Investor dapat mempertimbangkan BMRI dan tentunya juga perlu dikombinasikan dengan strategi masing-masing, baik dalam money management maupun profil risiko,” ujar dia.
Baca Juga: Pendapatan Bunga Naik, Bank Mandiri Cetak Laba Bersih Rp12,5 Triliun
Lihat Juga :