Nelayan Keluhkan Susahnya BBM, Erick Thohir Langsung Telfon Dirut Pertamina
Selasa, 17 Agustus 2021 - 10:26 WIB
loading...
Menteri BUMN Erick Thohir menghubungi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan membahas terkait perencanaan pembuatan Pertashop di Nambangan. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir menerima curhatan dari nelayan di Nambangan, Surabaya tentang pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM). Kepada Erick yang sedang berkunjung,nelayanmengaku kesulitan akses untuk membeli BBM hingga memenuhi kebutuhan solar dengan harga pasaran yang relatif tinggi.
Jarak yang jauh antara tempat pembelian BBM dan lokasi perahu mampu menghabiskan waktu nelayan. Selain itu, biaya produksi juga semakin meningkat karena nelayan harus menghabiskan 60 persen hingga 70 persen biaya melaut untuk membeli BBM.
"Kemarin saya bertemu dengan nelayan Nambangan, Surabaya. Saya menyaksikan para nelayan Indonesia adalah pekerja keras, kompak dan penuh semangat," mengutip dari akun Instagram Erick Thohir (@erickthohir), Senin (16/8/2021).
Baca juga: PPKM Diperpanjang, Pengusaha Apresiasi Pelonggaran Kapasitas Mal Hingga 50%
"Saya juga mendengar dari Pak Syukron, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Surabaya bahwa jarak antara tempat pembelian BBM dengan lokasi perahunya masih relatif jauh. Tidak hanya menyita waktu, tetapi juga berdampak semakin mahalnya biaya produksi. Nelayan menghabiskan 60-70% biaya melautnya untuk membeli BBM,"lanjut Erick Thohir.
Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil, untuk melayani kebutuhan konsumen BBM. Untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut, Erick Thohir langsung menghubungi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan membahas terkait perencanaan pembuatan Pertashop di Nambangan. Hal tersebut terlihat dalam video berdurasi 3 menit sebagai penjelas dari tulisannya.
Diketahui Pertashop adalah lembaga penyalur resmi Pertamina dengan skala yang lebih kecil dibandingkan SPBU yang dimiliki oleh pertamina. Erick Thohir membuka percakapan dengan membahas keefektifan keberadaan Pertashop yang masuk di beberapa desa. Hasilnya penghematan biaya dapat dilakukan karena tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan BBM.
Jarak yang jauh antara tempat pembelian BBM dan lokasi perahu mampu menghabiskan waktu nelayan. Selain itu, biaya produksi juga semakin meningkat karena nelayan harus menghabiskan 60 persen hingga 70 persen biaya melaut untuk membeli BBM.
"Kemarin saya bertemu dengan nelayan Nambangan, Surabaya. Saya menyaksikan para nelayan Indonesia adalah pekerja keras, kompak dan penuh semangat," mengutip dari akun Instagram Erick Thohir (@erickthohir), Senin (16/8/2021).
Baca juga: PPKM Diperpanjang, Pengusaha Apresiasi Pelonggaran Kapasitas Mal Hingga 50%
"Saya juga mendengar dari Pak Syukron, Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Surabaya bahwa jarak antara tempat pembelian BBM dengan lokasi perahunya masih relatif jauh. Tidak hanya menyita waktu, tetapi juga berdampak semakin mahalnya biaya produksi. Nelayan menghabiskan 60-70% biaya melautnya untuk membeli BBM,"lanjut Erick Thohir.
Pertashop merupakan lembaga penyalur Pertamina berskala kecil, untuk melayani kebutuhan konsumen BBM. Untuk mencari solusi dari permasalahan tersebut, Erick Thohir langsung menghubungi Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati dan membahas terkait perencanaan pembuatan Pertashop di Nambangan. Hal tersebut terlihat dalam video berdurasi 3 menit sebagai penjelas dari tulisannya.
Diketahui Pertashop adalah lembaga penyalur resmi Pertamina dengan skala yang lebih kecil dibandingkan SPBU yang dimiliki oleh pertamina. Erick Thohir membuka percakapan dengan membahas keefektifan keberadaan Pertashop yang masuk di beberapa desa. Hasilnya penghematan biaya dapat dilakukan karena tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan BBM.
Lihat Juga :