alexametrics

Penyaluran BLT Dana Desa di 26 Daerah Masih Nol Persen

loading...
Penyaluran BLT Dana Desa di 26 Daerah Masih Nol Persen
Kemendes PDTT mengungkapkan ada 26 kabupaten/kota yang sama sekali belum menyalurkan BLT dana desanya. Foto/Ilustrasi
A+ A-
JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT) Abdul Halim Iskandar mengungkapkan bahwa masih ada daerah yang belum sama sekali menyalurkan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa kepada masyarakat alias nol persen.

Dari data Kemendes PDTT ada 26 kabupaten/kota yang sama sekali belum menyalurkan BLT dana desanya. Daerah itu basis utamanya berada di kabupaten wilayah Papua.

“Kami akan menelusuri apakah benar-benar nol persen. Apakah ini karena kendala komunikasi dan transportasi. Kami akan menangani secara khusus mulai hari ini,” ujar Abdul dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (28/5/2020). (Baca Juga : Menkeu Naikkan Anggaran BLT Dana Desa Jadi Rp31,789 Triliun)



Dia juga menjelaskan, hingga Kamis (28/5) kemarin, baru ada 122 kabupaten yang sudah 100% menyalurkan BLT Dana Desa. Sedangkan, yang angkanya 75-99% baru ada 145 kabupaten.

Ada pula 52 kabupaten/kota yang penyaluran BLT dana desanya di kisaran 50-74%. Selain itu sebanyak 89 kabupaten/kota penyalurannya masih di bawah 50%.

Untuk mengatasi hal itu, pria yang akrab disapa Gus ini, akan kembali menyurati para kepala daerah. Dia meminta bagi daerah yang penyalurannya sudah mencapai 75-99%, paling lambat Rabu, 3 Juni 2020 sudah tersalurkan semuanya.

“Kalau Rabu belum selesai, kami minta lapor apa kendalanya agar nanti diselesaikan. Sedangkan untuk persentase yang lainnya, kita menargetkan minggu depan harus segera diselesaikan,” terangnya.

Dia menuturkan, bagi desa yang hingga batas waktu yang ditentukan tidak juga menyelesaikan penyaluran BLT dana desanya, maka akan ada konsekuensinya. "Akan kena sanksi termasuk penundaan atau pengurangan dana desa pada masa yang akan datang," tegasnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top