KBI-Aprindo Jalin Sinergi, Resi Gudang Diproyeksikan Akan Makin Tumbuh
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 11:34 WIB
loading...
Fajar Wibhiyadi (Direktur Utama KBI), Jerry Sambuaga (Wamendag), Sutriono Edi (komisaris utama KBI), Roy N Mandey (Ketua Umum Aprindo), disela-sela penandatanganan kesepahaman antara KBI dengan Asprindo, di Jakarta 20 Agustus 2021. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Pemanfaatan resi gudang di Indonesia diproyeksikan akan semakin tumbuh dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini dikarenakan adanya sinergi terkait pemanfaatan resi gudang yang dilakukan oleh PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
“Upaya ini tentunya merupakan bagian dari peran kami sebagai pusat registrasi resi gudang untuk terus meningkatkan pemanfaatan resi gudang. Dengan adanya sinergi ini, gudang-gudang yang dimiliki oleh para anggota Aprindo ke depan diharapkan bisa menjadi gudang SRG, sehingga bisa menjangkau daerah-daerah yang menjadi sentra komoditas namun belum ada gudang SRG, yang pada akhirnya akan meningkatkan volume barang yang diregistrasi ke Resi Gudang. Sebagai negara yang memiliki luas wilayah yang besar dan memiliki banyak komoditas, sudah selayaknya pemanfaatan resi gudang bisa tumbuh,” kata Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama KBI, dalam keterangannya, Sabtu (21/8/2021).
Sementara itu, Roy N Mandey, Ketua Umum Aprindo, mengatakan, ke depan anggota Aprindo tidak hanya menjadi off taker atau standing buyer, tapi juga menjadi pengelola gudang SRG. Selain itu, anggota Aprindo akan mendapatkan kepastian, pertama adalah ketersediaan produk, dan yang kedua adalah kestabilan harga.
Baca juga: Data Ikatan Bidan Indonesia, 51% Ibu Hamil Terpapar Covid-19 Tanpa Gejala
"Hal ini tentunya akan didapatkan dengan melalui SRG. Kita tahu supplay chain untuk mendapatkan barang perlu beberapa layer. Dengan menjadi pengelola gudang SRG, maka anggota Aprindo langsung bisa mendapatkan barang, dan pada akhirnya masyarakat akan mendapatkan harga yang lebih baik. Upaya bersama yang dilakukan Aprindo dan KBI ini adalah dalam muara untuk ketersediaan barang, kestabilan harga, dan berujung pada konsumsi," kata Roy.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2020, jumlah resi gudang yang diregistrasikan mencapai 428 RG dari 8 komoditas dengan volume 9.593.717 kg senilai Rp200,7 miliar. Sedangkan di tahun 2021, sepanjang semester I jumlah resi gudang yang telah diregistrasi mencapai 230 RG. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 49% dibandingkan selama periode yang sama di tahun 2020, ketika resi gudang yang diregistrasi mencapai 154 unit.
Dari sisi jumlah komoditas, sepanjang semester I 2021, jumlah komoditas yang masuk resi gudang mencapai 10 komoditas. Sedangkan di periode yang sama di tahun 2020, jumlah komoditas yang masuk resi gudang mencapai 6 Komoditas. Dari sisi volume barang, sepanjang semester I 2021 total volume komoditas yang diresigudangkan mencapai 5.517.288 kg, atau meningkat sebesar 44 % dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat sebanyak 3.823.248 kg.
“Upaya ini tentunya merupakan bagian dari peran kami sebagai pusat registrasi resi gudang untuk terus meningkatkan pemanfaatan resi gudang. Dengan adanya sinergi ini, gudang-gudang yang dimiliki oleh para anggota Aprindo ke depan diharapkan bisa menjadi gudang SRG, sehingga bisa menjangkau daerah-daerah yang menjadi sentra komoditas namun belum ada gudang SRG, yang pada akhirnya akan meningkatkan volume barang yang diregistrasi ke Resi Gudang. Sebagai negara yang memiliki luas wilayah yang besar dan memiliki banyak komoditas, sudah selayaknya pemanfaatan resi gudang bisa tumbuh,” kata Fajar Wibhiyadi, Direktur Utama KBI, dalam keterangannya, Sabtu (21/8/2021).
Sementara itu, Roy N Mandey, Ketua Umum Aprindo, mengatakan, ke depan anggota Aprindo tidak hanya menjadi off taker atau standing buyer, tapi juga menjadi pengelola gudang SRG. Selain itu, anggota Aprindo akan mendapatkan kepastian, pertama adalah ketersediaan produk, dan yang kedua adalah kestabilan harga.
Baca juga: Data Ikatan Bidan Indonesia, 51% Ibu Hamil Terpapar Covid-19 Tanpa Gejala
"Hal ini tentunya akan didapatkan dengan melalui SRG. Kita tahu supplay chain untuk mendapatkan barang perlu beberapa layer. Dengan menjadi pengelola gudang SRG, maka anggota Aprindo langsung bisa mendapatkan barang, dan pada akhirnya masyarakat akan mendapatkan harga yang lebih baik. Upaya bersama yang dilakukan Aprindo dan KBI ini adalah dalam muara untuk ketersediaan barang, kestabilan harga, dan berujung pada konsumsi," kata Roy.
Sebagai catatan, sepanjang tahun 2020, jumlah resi gudang yang diregistrasikan mencapai 428 RG dari 8 komoditas dengan volume 9.593.717 kg senilai Rp200,7 miliar. Sedangkan di tahun 2021, sepanjang semester I jumlah resi gudang yang telah diregistrasi mencapai 230 RG. Jumlah ini mengalami peningkatan sebesar 49% dibandingkan selama periode yang sama di tahun 2020, ketika resi gudang yang diregistrasi mencapai 154 unit.
Dari sisi jumlah komoditas, sepanjang semester I 2021, jumlah komoditas yang masuk resi gudang mencapai 10 komoditas. Sedangkan di periode yang sama di tahun 2020, jumlah komoditas yang masuk resi gudang mencapai 6 Komoditas. Dari sisi volume barang, sepanjang semester I 2021 total volume komoditas yang diresigudangkan mencapai 5.517.288 kg, atau meningkat sebesar 44 % dibandingkan periode yang sama di tahun 2020 yang tercatat sebanyak 3.823.248 kg.
Lihat Juga :