Potret Emiten yang Bangkit dari 'Kuburan Gocap' Berkat Ustaz Yusuf Mansur

Sabtu, 21 Agustus 2021 - 23:30 WIB
loading...
Potret Emiten yang Bangkit...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Harga saham PT Repower Asia Indonesia Tbk (REAL) , emiten yang bergerak di sektor properti atau bidang usaha penjualan real estate, tiba-tiba melonjak tinggi pada perdagangan Senin (16/8/2021) lalu. Kenaikan itu seiring adanya kabar Ustaz Yusuf Mansur yang memborong saham tersebut senilai Rp30 miliar.

Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham REAL juga unggul di jajaran top gainers pekan ini pada 16-20 Agustus 2021 dengan kenaikan 120%. Harganya terkerek dari level Rp50 ke level Rp110.

Menurut para investor, saham ini seperti "bangkit dari kubur", karena jarang sekali beraktivitas di bursa sejak debutnya pada 6 Desember 2019. Di saat pertama kali melantai di bursa pada 6 Desember 2019, harga saham REAL berada di Rp100 per lembar.

Sebelumnya saham tersebut pernah mencapai rekor tertinggi di level Rp 540 pada awal Januari 2020, lalu turun hingga berada di angka Rp 50 per lembar per akhir Juli di tahun yang sama. Saham REAL terakhir kali bergerak pada 26 November 2020 atau naik 4% ke Rp52 per saham.

Baca juga: China Berhasil Uji Coba Dua Jenis Hulu Ledak Baru untuk Rudal Presisi

Saat ini kapitalisasi pasar REAL sebanyak Rp683 miliar. Adapun rasio harga pasar per saham dengan laba per saham tersebut sebesar 297,3 kali. Pada perdagangan kemarin hari ini, saham REAL dibuka di level Rp115 per lembar saham.

Ustaz Yusuf Mansur, pimpinan Pondok Pesantren Daarul Qur'an dan juga pemilik perusahaan aset manajemen PT Paytren Aset Manajemen (Paytren), tiba-tiba melakukan langkah strategis dengan membeli saham perusahaan properti dengan kategori 'gocap' alias saham dengan harga terendah Rp50 perak.

Melalui akun Instagramnya, Yusuf Mansur menilai saham REAL punya fundamental bagus dan bisa jadi kendaraan buat seluruh bisnis properti. "Tar kita kelola yang bener ini perusahaan. bukan jadi perusahaan goreng-gorengan. tumbuh dan besar bareng. Saya masuk dengan izin Allah jadi pemegang sahamnya," katanya lewat akun @yusufmansurnew, Senin (16/8/2021).

Secara kinerja, per Maret 2021, penjualan REAL baru mencapai Rp4,94 miliar, naik dari periode yang sama tahun lalu Rp4 miliar. Sementara laba bersih di Q1-2021 baru mencapai Rp580 juta, naik 41,23% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp410,67 juta.

Baca juga: Efek Begadang Bagi Kesehatan, Turunkan Libido hingga Tingkatkan Risiko Kematian

Tahun lalu, laba perusahaan turun menjadi Rp 1,02 miliar dari tahun sebelumnya Rp 1,38 miliar, dengan pendapatan naik menjadi Rp 12,68 miliar dari sebelumnya Rp 10,13 miliar.

Tapi aset perusahaan di Maret 2021 mencapai Rp352,23 miliar, dari akhir Desember 2020 sebesar Rp352 miliar. Dari jumlah aset itu, aset lancarnya saja mencapai Rp179 miliar.

Kewajiban perusahaan di Maret 2021 hanya sebesar Rp1,67 miliar, dari Desember 2020 sebesar Rp2,61 miliar. Adapun ekuitas mencapai Rp350,56 miliar dari Rp349,98 miliar di Desember 2020 sehingga tingkat rasio utang terhadap ekuitas alias debt to equity ratio (DER) hanya 0,004 kali.

Yusuf Mansur menegaskan ada rencana besar di balik upayanya membeli saham emiten gocap ini. "Bismillaah walhamdulillaah. Ini saham gocap, hehehe. tapi fundamentalnya bagus," kata Yusuf Mansur.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Andalkan Segmen Rumah...
Andalkan Segmen Rumah Tapak, HBAT Bukukan Penjualan Rp24,53 Miliar di 2025
Free Float 15% Bakal...
Free Float 15% Bakal Kerek Daya Tarik Perusahaan di Mata Investor, Begini Kata BEI
IHSG Terjun Bebas 4,52%...
IHSG Terjun Bebas 4,52% Sore Ini, Banyak Saham 'Berdarah-darah'
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
HGII Perkuat Posisi...
HGII Perkuat Posisi di Segmen Hidro, Tulang Punggung EBT Nasional dalam RUPTL 2025–2034
Depresiasi Rupiah di...
Depresiasi Rupiah di Tengah Penguatan Harga Saham
Ustaz Yusuf Mansur Resmi...
Ustaz Yusuf Mansur Resmi Mengundurkan Diri dari Jabatan Ketua Pembina Daarul Qur'an
Putuskan Lebaran 21...
Putuskan Lebaran 21 April 2023, Ini Penjelasan Ustaz Yusuf Mansur
Rekomendasi
Preview Piala Dunia...
Preview Piala Dunia 2026 Kanada vs Bosnia dan Herzegovina: Batu Sandungan Tuan Rumah
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Perumda Dharma Jaya...
Perumda Dharma Jaya Edukasi Ketahanan Pangan ke Siswa SMPN 51 Jakarta
Berita Terkini
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan...
AS Sanksi Perusahaan-perusahaan China, Ekspor Minyak Iran Merosot 80%
SIG Resmikan Fasilitas...
SIG Resmikan Fasilitas Ekspor Tuban, Bidik 450.000 Ton Semen ke AS
Penguatan IHSG dan Rupiah...
Penguatan IHSG dan Rupiah Berlanjut, Pasar Respons Positif Kepastian Posisi Menkeu
Perdana, Danantara Terbitkan...
Perdana, Danantara Terbitkan Obligasi Global Senilai USD1,5 Miliar
Sucofindo Gelar ENSIA...
Sucofindo Gelar ENSIA 2026, Dorong Inovasi Berkelanjutan
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved