Peruri Dukung Kolaborasi Bank BRI dan Industri Kreatif
Jum'at, 29 Mei 2020 - 22:38 WIB
loading...
A
A
A
“Industri kreatif mengajarkan kepada kita bahwa hanya mereka yang berinovasi dari rumahlah yang bisa bertahan di masa pandemi ini. Kreativitas menjadi kata kunci untuk bisa bertahan dan keluar dari krisis yang sedang kita hadapi ini. Kolaborasi antara pihak perbankan dan industri kreatif bukan saja dapat mengusahakan terus begeraknya roda ekonomi, tapi juga dapat memberikan solusi emosi di masa pandemi ini,” jelas Supari.
Lebih lanjut Supari menepis keraguan para pegiat industri kreatif terkait kemungkinan untuk mendapatkan pendanaan dari sektor perbankan. “Bank BRI hadir untuk memberikan solusi alternatif pendanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk industri kreatif. Tangible maupun intangible assets yang dihasilkan oleh industri kreatif tentunya memiliki nilai ekonomis dan mungkin bankable,” kata Supari.
Pada kesempatan yang sama Dwina Septiani Wijaya, Direktur Utama Peruri mengatakan “Pengamanan dan otentikasi metadata yang menjadi perhatian utama GIGI Band yang disampaikan oleh Armand Maulana sebagai pelaku industri kreatif adalah sesuatu yang menjadi spesialisasi unit bisnis digital Peruri. Peruri siap berkolaborasi dengan sesama BUMN, khususnya Bank BRI dalam usahanya menggerakan roda ekonomi industri kreatif di masa pandemi ini,” tegas Dwina Septiani Wijaya.
Dwina menambahkan, bahwa dalam masa work from home keamanan dan jaminan keaslian dokumen menjadi prioritas dalam menjalani usaha. “Peruri bangga dapat membantu banyak perusahaan dalam hal menjamin keaslian dan ontentikasi dokumen. Adapun produk digital signature yang kami miliki marak digunakan dan sangat dirasakaan manfaatnya oleh perusahaan-perusahaan dalam menjalankan usahanya saat pandemi ini,” jelas Dwina.
Sebanyak 765 pelaku industri kreatif dari berbagai sektor usaha berpartisipasi dalam kegiatan zoom!nar dengan tema Industri Kreatif dan Alternatif Solusi Pendanaan. Peserta zoom!nar akan mendapatkan sertifikat digital yang diterbitkan oleh Peruri sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik (PSrE) yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Kominfo pada 2019 lalu.
Lebih lanjut Supari menepis keraguan para pegiat industri kreatif terkait kemungkinan untuk mendapatkan pendanaan dari sektor perbankan. “Bank BRI hadir untuk memberikan solusi alternatif pendanaan kepada seluruh lapisan masyarakat, termasuk industri kreatif. Tangible maupun intangible assets yang dihasilkan oleh industri kreatif tentunya memiliki nilai ekonomis dan mungkin bankable,” kata Supari.
Pada kesempatan yang sama Dwina Septiani Wijaya, Direktur Utama Peruri mengatakan “Pengamanan dan otentikasi metadata yang menjadi perhatian utama GIGI Band yang disampaikan oleh Armand Maulana sebagai pelaku industri kreatif adalah sesuatu yang menjadi spesialisasi unit bisnis digital Peruri. Peruri siap berkolaborasi dengan sesama BUMN, khususnya Bank BRI dalam usahanya menggerakan roda ekonomi industri kreatif di masa pandemi ini,” tegas Dwina Septiani Wijaya.
Dwina menambahkan, bahwa dalam masa work from home keamanan dan jaminan keaslian dokumen menjadi prioritas dalam menjalani usaha. “Peruri bangga dapat membantu banyak perusahaan dalam hal menjamin keaslian dan ontentikasi dokumen. Adapun produk digital signature yang kami miliki marak digunakan dan sangat dirasakaan manfaatnya oleh perusahaan-perusahaan dalam menjalankan usahanya saat pandemi ini,” jelas Dwina.
Sebanyak 765 pelaku industri kreatif dari berbagai sektor usaha berpartisipasi dalam kegiatan zoom!nar dengan tema Industri Kreatif dan Alternatif Solusi Pendanaan. Peserta zoom!nar akan mendapatkan sertifikat digital yang diterbitkan oleh Peruri sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik (PSrE) yang telah tersertifikasi oleh Kementerian Kominfo pada 2019 lalu.
(akr)
Lihat Juga :