Bisnis Hotel dan Restoran Bakal Nelangsa pada Kuartal III
Rabu, 25 Agustus 2021 - 14:26 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perpanjangan pembatasan mobilitas masyarakat lewat PPKM di tengah pandemi Covid 19 diprediksi membuat bisnis hotel dan restoran mengalami penurunan pada kuartal III tahun ini. Padahal, menurut Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia Sutrisno Iwantono, di kuartal sebelumnya bisnis ini masih positif.
"Kalau kuartal II kemarin kan positif, tetapi kuartal III ini saya predisksi akan drop ya, karena kemarin PPKM diperpanjang," ujarnya pada Market Review IDXChanel, Rabu (25/8/2021).
Dirinya berharap pada kuartal selanjutnya dengan anggaran yang tersisa, dapat menimbulkan daya beli pada masyarkat untuk memulihkan ekonomi nasional.
Baca juga: Dampak Pandemi, Mensos Risma Ungkap 16 Ribuan Anak Kehilangan Orang Tua
"Harapannya pada kuartal IV bisa naik karena mungkin ascending pemerintah harus diselesaikan sisa anggaran yang ada. Itu kita harapkan bisa mendorong daya beli," jelasnya.
Dengan adanya pembatasan kapasitas pada hotel, Sutrisno menjelaskan banyak hotel berbintang yang justru memberikan promo besar-besaran demi mendapatkan pengunjung. Misalnya saja angka wisatawan asing pada 2019 mencapai 200.000 pengunjung, hingga pada saat ini per hari hanya tersisa 5.500 pengunjung hotel.
"Kan kecil sekali, mereka harus rebutan tamu yang ada. Akhirnya masing-masing menurunkan harga. Kalau harga hotel berbintang diturunkan berarti kan hotel non berbintang kalah saing," jelasnya.
"Kalau kuartal II kemarin kan positif, tetapi kuartal III ini saya predisksi akan drop ya, karena kemarin PPKM diperpanjang," ujarnya pada Market Review IDXChanel, Rabu (25/8/2021).
Dirinya berharap pada kuartal selanjutnya dengan anggaran yang tersisa, dapat menimbulkan daya beli pada masyarkat untuk memulihkan ekonomi nasional.
Baca juga: Dampak Pandemi, Mensos Risma Ungkap 16 Ribuan Anak Kehilangan Orang Tua
"Harapannya pada kuartal IV bisa naik karena mungkin ascending pemerintah harus diselesaikan sisa anggaran yang ada. Itu kita harapkan bisa mendorong daya beli," jelasnya.
Dengan adanya pembatasan kapasitas pada hotel, Sutrisno menjelaskan banyak hotel berbintang yang justru memberikan promo besar-besaran demi mendapatkan pengunjung. Misalnya saja angka wisatawan asing pada 2019 mencapai 200.000 pengunjung, hingga pada saat ini per hari hanya tersisa 5.500 pengunjung hotel.
"Kan kecil sekali, mereka harus rebutan tamu yang ada. Akhirnya masing-masing menurunkan harga. Kalau harga hotel berbintang diturunkan berarti kan hotel non berbintang kalah saing," jelasnya.
Lihat Juga :