Pertumbuhan Fintech telah Mendorong Perubahan di Indonesia
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 13:19 WIB
loading...
A
A
A
“Di sinilah fintech itu dikatakan sebagai game-changer karena mampu mengubah cara pikir, perilaku, serta kebiasaan masyarakat,” jelas guru besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran ini.
(Baca juga:Jangan Mudah Tergiur Pinjaman Online, Simak Seruan Asosiasi Fintech Berikut)
Dalam kesempatan tersebut, Ilya juga menjelaskan inklusi keuangan sebagai satu kondisi di mana masyarakat memiliki akses pada layanan keuangan yang aman. Namun, terdapat juga literasi keuangan yang menggambarkan bagaimana masyarakat kita paham terhadap industri keuangan.
Menurutnya, masyarakat Indonesia seringkali lupa memanfaatkan perbankan dalam kehidupan sehari-hari. “Pada tahun 2019, literasi keuangan masyarakat Indonesia meningkat 38% seiring dengan inklusi keuangan yang juga meningkat 76,19%,” jelas Ilya.
Sementara itu, Triyono memaparkan ekosistem keuangan fintech dan perubahan perilaku masyarakat terhadap pertumbuhan fintech yang identik dengan inovasi di masa yang akan datang. Ia mengilustrasikan fintech itu seperti sebuah ekosistem keuangan layaknya danau kecil yang ada di sebuah hutan.
(Baca juga:Awas! Grup WA Jadi Trik Penipuan yang Bawa-Bawa Fintech)
“Fintech perlu hidup dalam ekosistem yang cocok. Pohon-pohon (lembaga keuangan) adalah pasar modal, asuransi, dan perbankan. Terdapat juga ikan-ikan atau kura-kura (nasabah) yang mengelilingi. Maka, fintech berperan di tengah-tengah dan menjadi hidup dengan adanya lembaga keuangan dan penyedia teknologi guna memperkaya ekosistem ini,” jelas pria yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Group Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini.
(Baca juga:Jangan Mudah Tergiur Pinjaman Online, Simak Seruan Asosiasi Fintech Berikut)
Dalam kesempatan tersebut, Ilya juga menjelaskan inklusi keuangan sebagai satu kondisi di mana masyarakat memiliki akses pada layanan keuangan yang aman. Namun, terdapat juga literasi keuangan yang menggambarkan bagaimana masyarakat kita paham terhadap industri keuangan.
Menurutnya, masyarakat Indonesia seringkali lupa memanfaatkan perbankan dalam kehidupan sehari-hari. “Pada tahun 2019, literasi keuangan masyarakat Indonesia meningkat 38% seiring dengan inklusi keuangan yang juga meningkat 76,19%,” jelas Ilya.
Sementara itu, Triyono memaparkan ekosistem keuangan fintech dan perubahan perilaku masyarakat terhadap pertumbuhan fintech yang identik dengan inovasi di masa yang akan datang. Ia mengilustrasikan fintech itu seperti sebuah ekosistem keuangan layaknya danau kecil yang ada di sebuah hutan.
(Baca juga:Awas! Grup WA Jadi Trik Penipuan yang Bawa-Bawa Fintech)
“Fintech perlu hidup dalam ekosistem yang cocok. Pohon-pohon (lembaga keuangan) adalah pasar modal, asuransi, dan perbankan. Terdapat juga ikan-ikan atau kura-kura (nasabah) yang mengelilingi. Maka, fintech berperan di tengah-tengah dan menjadi hidup dengan adanya lembaga keuangan dan penyedia teknologi guna memperkaya ekosistem ini,” jelas pria yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Group Inovasi Keuangan Digital Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini.
Lihat Juga :