Tiga Syarat Fundamental OJK Topang Ekonomi Digital RI
Jum'at, 27 Agustus 2021 - 18:35 WIB
loading...
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, digital saat ini sudah borderless alias bisa diakses dari mana saja tidak bisa dikontrol. Untuk itu OJK telah berkali-kali menyampaikan bahwa transformasi berbasis digital sangat penting.
Namun, dalam pengembangan digital ekonomi Indonesia, Wimboh menekankan harus didorong 3 prasyarat fundamental. Pertama memastikan bahwa transformasi digital akan mencapai 3A (access, affordability dan ability).
"Fokus utama adalah membangun infrastruktur digital yang memadai dan merata tidak hanya masyarakat perkotaan namun juga seluruh masyarakat pedesaan dan ini untuk mendukung layanan digital untuk mencapai finansial inklusi yang cepat dan juga quality yang bagus dan juga harganya murah," kata dia.
Baca Juga: OJK: Sektor Jasa Keuangan Wajib Punya Pedoman Keuangan Berkelanjutan
Selanjutnya poin kedua, Wimboh mengatakan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia harus dikembangkan ke arah digital. Karena kedepannya ekonomi berbasis digital menjadi motor penggerak roda perekonomian kita digital ekonomi dapat diharapkan mendorong UMKM masuk rantai pasokan global.
"Sehingga pemulihan ekonomi akan lebih cepat pasca covid ini dan terakselerasi dengan baik, ini adalah momentum dengan adanya mobility yang terbatas, digital ini adalah jawaban," ujar dia.
Ketiga, Indonesia harus mampu menjelma jadi negara digital friendly melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi, pemahaman konsumen, pengembangan UMKM dalam platform digital dan dukungan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang lebih friendly dan akomodatif itu adalah merupakan hal-hal yang harus kita siapkan bersama.
Namun, dalam pengembangan digital ekonomi Indonesia, Wimboh menekankan harus didorong 3 prasyarat fundamental. Pertama memastikan bahwa transformasi digital akan mencapai 3A (access, affordability dan ability).
"Fokus utama adalah membangun infrastruktur digital yang memadai dan merata tidak hanya masyarakat perkotaan namun juga seluruh masyarakat pedesaan dan ini untuk mendukung layanan digital untuk mencapai finansial inklusi yang cepat dan juga quality yang bagus dan juga harganya murah," kata dia.
Baca Juga: OJK: Sektor Jasa Keuangan Wajib Punya Pedoman Keuangan Berkelanjutan
Selanjutnya poin kedua, Wimboh mengatakan bahwa perkembangan ekonomi Indonesia harus dikembangkan ke arah digital. Karena kedepannya ekonomi berbasis digital menjadi motor penggerak roda perekonomian kita digital ekonomi dapat diharapkan mendorong UMKM masuk rantai pasokan global.
"Sehingga pemulihan ekonomi akan lebih cepat pasca covid ini dan terakselerasi dengan baik, ini adalah momentum dengan adanya mobility yang terbatas, digital ini adalah jawaban," ujar dia.
Ketiga, Indonesia harus mampu menjelma jadi negara digital friendly melalui pembangunan ekosistem yang terintegrasi, pemahaman konsumen, pengembangan UMKM dalam platform digital dan dukungan pemerintah melalui kebijakan-kebijakan yang lebih friendly dan akomodatif itu adalah merupakan hal-hal yang harus kita siapkan bersama.
Lihat Juga :