Bangkit dari Covid-19, Hary Tanoesoedibjo: Buka Aktivitas Ekonomi dan Terapkan Pendekatan Moneter
Sabtu, 30 Mei 2020 - 09:29 WIB
loading...
A
A
A
(Baca Juga: Corona Tekan Ekonomi Global, HT : Ada Peluang dalam Setiap Situasi)
Menurutnya, membuka kembali aktivitas ekonomi akan menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang marak akibat pandemi Covid-19 serta guna menyelamatkan Indonesia dari resesi ekonomi. "Kalau tidak dibuka, PHK akan berjalan terus, perusahaan makin banyak yang gulung tikar, ekonominya juga berantakan, karena penerimaan pajak turun, kejahatan juga pasti akan meningkat. Jadi, akan bisa timbul resesi yang cukup dalam," ungkap Hary.
Selain membuka kembali aktivitas ekonomi, pria asal Surabaya, Jawa Timur itu mengungkapkan pendekatan moneter bisa dilakukan dalam upaya menyelamatkan ekonomi nasional dari kehancuran akibat pandemi Covid-19. Kebijakan moneter telah diambil oleh Amerika Serikat, Singapura dan beberapa negara lainnya.
"Saat ini yang dilakukan, pendekatan fiskal. Menggeser anggaran yang dialokasikan ke kementerian dan lain-lain untuk menyelesaikan masalah Covid-19. Jadi, sektor-sektor tertentu mendapatkan subsidi, ada kartu pra kerja dan sebagainya," kata Hary.
Hary menegaskan pemerintah Indonesia harus melakukan pendekatan moneter, yakni quantitative easing, sehingga APBN tidak terganggu alias bisa berjalan sesuai yang dianggarkan.
Menurutnya, membuka kembali aktivitas ekonomi akan menekan angka pemutusan hubungan kerja (PHK) yang marak akibat pandemi Covid-19 serta guna menyelamatkan Indonesia dari resesi ekonomi. "Kalau tidak dibuka, PHK akan berjalan terus, perusahaan makin banyak yang gulung tikar, ekonominya juga berantakan, karena penerimaan pajak turun, kejahatan juga pasti akan meningkat. Jadi, akan bisa timbul resesi yang cukup dalam," ungkap Hary.
Selain membuka kembali aktivitas ekonomi, pria asal Surabaya, Jawa Timur itu mengungkapkan pendekatan moneter bisa dilakukan dalam upaya menyelamatkan ekonomi nasional dari kehancuran akibat pandemi Covid-19. Kebijakan moneter telah diambil oleh Amerika Serikat, Singapura dan beberapa negara lainnya.
"Saat ini yang dilakukan, pendekatan fiskal. Menggeser anggaran yang dialokasikan ke kementerian dan lain-lain untuk menyelesaikan masalah Covid-19. Jadi, sektor-sektor tertentu mendapatkan subsidi, ada kartu pra kerja dan sebagainya," kata Hary.
Hary menegaskan pemerintah Indonesia harus melakukan pendekatan moneter, yakni quantitative easing, sehingga APBN tidak terganggu alias bisa berjalan sesuai yang dianggarkan.
Lihat Juga :