UMKM Go Digital Tidak cuma Taruh Barang di Lapak Daring
Selasa, 31 Agustus 2021 - 16:35 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pemerintah mendorong pengembangan ekosistem ekonomi digital , salah satunya digitalisasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) . Ditargetkan ada 30 juta UMKM bisa go digital atau masuk pasar digital pada 2023.
Ketua Bidang UKM IKM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ronald Walla mengatakan, UMKM go digital bukan semata menjual barang secara daring. Menurut dia, pelaku UMKM harus mempersiapkan banyak hal sebelum memutuskan go digital, baik dari sisi produksi maupun distribusi.
Baca juga: Putuskan Tak Akan Lagi Kerja bareng Arya Saloka, Amanda Manopo: Untuk Kebaikan Bersama
"Jangan salah dengan go digital karena perjalanannya masih panjang. Bukan hanya menaruh barang di marketplace saja," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (31/8/2021).
Menurut dia, pelaku UMKM harus konsisten dari jumlah produksi, layanan, hingga tanggap menjawab pertanyaan secara detail dari pembeli. "Itu harus disiapkan karena ketika go digital maka produk kita bisa dilihat ribuan orang dan produksinya harus disiapkan," imbuhnya.
Ketua Bidang UKM IKM Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Ronald Walla mengatakan, UMKM go digital bukan semata menjual barang secara daring. Menurut dia, pelaku UMKM harus mempersiapkan banyak hal sebelum memutuskan go digital, baik dari sisi produksi maupun distribusi.
Baca juga: Putuskan Tak Akan Lagi Kerja bareng Arya Saloka, Amanda Manopo: Untuk Kebaikan Bersama
"Jangan salah dengan go digital karena perjalanannya masih panjang. Bukan hanya menaruh barang di marketplace saja," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Selasa (31/8/2021).
Menurut dia, pelaku UMKM harus konsisten dari jumlah produksi, layanan, hingga tanggap menjawab pertanyaan secara detail dari pembeli. "Itu harus disiapkan karena ketika go digital maka produk kita bisa dilihat ribuan orang dan produksinya harus disiapkan," imbuhnya.
Lihat Juga :