Rumitnya Pembiayaan Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung
Rabu, 01 September 2021 - 17:52 WIB
loading...
A
A
A
Menyadari hal tersebut, manajemen pun terus melakukan langkah-langkah negosiasi dengan pihak bank.
"Sampai sekarang, kita manajemen KCIC terus melakukan review dan negosiasi dengan konsorsium kontraktor. Efisiensi terus dilakukan, restrukturing fisik proyek juga terus dilakukan, restrukturing dengan kreditur dari CDB juga terus dilakukan. Itu sangat though," tutur dia.
Baca juga: Diabetes, 10 Tanda Gula Darah Tinggi yang Sulit Dikenali
Salusra mencatat, alternatif pendanaan saat ini bisa berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Tercatat, PMN 2021 yang diajukan Kementerian BUMN untuk KAI sebesar Rp7 triliun. Sementara PMN pada 2022 mencapai Rp4,1 triliun.
"Jadi kalau kita lihat sequence, kalau bicara PMN 2022 agak loncat dari 2021, karena 2022 Rp4,1 triliun ini sudah kelanjutan dari 2021 yang harus dipenuhi. Jadi basic equity disetor dulu baru ngomong bisnis, kita basic equity saja belum kita penuhi," ungkapnya.
"Sampai sekarang, kita manajemen KCIC terus melakukan review dan negosiasi dengan konsorsium kontraktor. Efisiensi terus dilakukan, restrukturing fisik proyek juga terus dilakukan, restrukturing dengan kreditur dari CDB juga terus dilakukan. Itu sangat though," tutur dia.
Baca juga: Diabetes, 10 Tanda Gula Darah Tinggi yang Sulit Dikenali
Salusra mencatat, alternatif pendanaan saat ini bisa berasal dari penyertaan modal negara (PMN). Tercatat, PMN 2021 yang diajukan Kementerian BUMN untuk KAI sebesar Rp7 triliun. Sementara PMN pada 2022 mencapai Rp4,1 triliun.
"Jadi kalau kita lihat sequence, kalau bicara PMN 2022 agak loncat dari 2021, karena 2022 Rp4,1 triliun ini sudah kelanjutan dari 2021 yang harus dipenuhi. Jadi basic equity disetor dulu baru ngomong bisnis, kita basic equity saja belum kita penuhi," ungkapnya.
(uka)
Lihat Juga :