Investor Harus Tetap Berhati-hati dalam Membeli Saham Unicorn
Rabu, 01 September 2021 - 20:05 WIB
loading...
A
A
A
“Nah, kemudian setelah kita sudah masuk yang 10-20 persen, terus kita lihat performanya setahun. Nanti laporan keuangannya kan sudah kelihatan, kita bisa menilai lagi perusahaan ini ke depannya bagaimana, pengelolaan uang hasil IPO-nya bagaimana, baru kita bisa memutuskan akan menambah dana investasi kita atau tidak,” jelasnya.
Baca Juga: Aturan IPO Unicorn-Decacorn Masih Digodok, Ini Kabar Barunya
Selain itu Theo juga mengingatkan, bahwa investasi di perusahaan teknologi pendekatannya melalui prospek masa depan, sehingga investasi di saham unicorn ini merupakan investasi jangka panjang. Lebih jauh lagi, ia mengatakan bahwa investor ritel dapat melihat perusahaan unicorn melalui ekosistem perusahaannya.
“Kalau teknologi biasanya kita lihat ke industri dan ekosistem. Semakin ready ekosistemnya, maka semakin prospek perusahaan unicorn. Kita tidak bisa hanya melihat laporan keuangan, tapi kita lihat ekosistemnya. Semakin perusahaan ekosistemnya ready dan punya pondasi yang kuat, maka dapat menjadi investasi jangka panjang,” pungkasnya.
Baca Juga: Aturan IPO Unicorn-Decacorn Masih Digodok, Ini Kabar Barunya
Selain itu Theo juga mengingatkan, bahwa investasi di perusahaan teknologi pendekatannya melalui prospek masa depan, sehingga investasi di saham unicorn ini merupakan investasi jangka panjang. Lebih jauh lagi, ia mengatakan bahwa investor ritel dapat melihat perusahaan unicorn melalui ekosistem perusahaannya.
“Kalau teknologi biasanya kita lihat ke industri dan ekosistem. Semakin ready ekosistemnya, maka semakin prospek perusahaan unicorn. Kita tidak bisa hanya melihat laporan keuangan, tapi kita lihat ekosistemnya. Semakin perusahaan ekosistemnya ready dan punya pondasi yang kuat, maka dapat menjadi investasi jangka panjang,” pungkasnya.
(akr)
Lihat Juga :