eFishery Permudah Akses Pembiayaan ke Pembudidaya Ikan

Jum'at, 03 September 2021 - 10:41 WIB
loading...
eFishery Permudah Akses...
eFishery telah membantu menyalurkan permodalan sebesar Rp200 miliar kepada 13.000 pembudidaya perikanan. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Perusahaan aquaculture intelligence bidang akuakultur eFishery telah membantu menyalurkan permodalan sebesar Rp200 miliar kepada 13.000 pembudidaya perikanan.

CEO dan juga Co-Founder eFishery, Gibran Huzaifah mengatakan perusahaan telah membantu memberikan akses ke lembaga keuangan baik perbankan maupun finanfial technolofy (fintech).

Baca Juga : PHRI Mengiyakan Banyak Hotel di Bali yang Dijual karena Sepi Wisman

“Saat ini sudah ada lebih dari 13.000 pembudidaya yang bergabung bersama eFishery. Lebih dari sepertiganya telah dijembatani ke sejumlah lembaga keuangan untuk mendapatkan akses permodalan dengan total pembiayaan yang telah disetujui hampir Rp200 miliar,” kata Gibran dalam rilisnya di Jakarta, Jumat (3/9/2021).

Untuk mempermudah akses terhadap pembudidaya ikan, pihaknya juga telah meluncurkan aplikasi eFisheryKu. Aplikasi ini hadir sebagai solusi bagi para pembudidaya ikan yang menawarkan banyak keuntungan. Mulai dari pembelian pakan, akses untuk penjualan ikan dan mengetahui harga pasar, hingga pengajuan pendanaan.

Gibran juga mengatakan kehadiran aplikasi eFisheryKu adalah untuk mendampingi pembudidaya ikan dari awal hingga akhir proses budidaya. Dia memahami bahwa pada prosesnya, ada banyak kendala yang dihadapi pembudidaya di lapangan. Misalnya soal sulitnya akses terhadap sarana produksi perikanan (saprodi) penunjang budidaya, akses terhadap pembiayaan dan manajemen keuangan, serta menentukan harga jual dan menyalurkan ikan hasil panen.

Selain menawarkan beragam manfaat serta promo dan diskon setiap bulannya, penggunaan aplikasi eFisheryKu pun sangat mudah. Cukup unduh aplikasinya via Google Play Store, kemudian mendaftar dengan mengisi identitas diri. Dari sisi keamanan, eFisheryKu menjamin transaksi yang dilakukan oleh para pembudidaya tetap aman dan terpercaya.

Gibran lantas mencontohkan program 'Kabayan' pada eFisheryKu. Kabayan atau Kasih, Bayar Nanti, merupakan program dari eFishery dimana pembudidaya ikan dapat membeli pakan dengan metode pembayaran pay later. Dibayar sesuai dengan kesepakatan bersama para pembudidaya dengan tenor 1-6 bulan. Hal ini tentu memberikan keringanan dari sisi pengeluaran sebelum panen.

“Beli Pakan, Bayar Nanti, itu filosofi dari program Kabayan. Beli pakan dari rumah atau kolam, bayar nanti ketika panen. Pembudidaya ikan dapat bertransaksi di mana saja tanpa perlu repot bolak-balik ke agen untuk melakukan pemesanan. Cukup lewat aplikasi eFisheryKu,” jelas Gibran.

Salah seorang pembudidaya, Wiseso Suryo Supomo menceritakan besarnya manfaat eFisheryKu. Pria asal Sleman, Yogyakarta, itu awalnya terkendala modal usaha ketika akan mengembangkan usaha budidaya nila merah yang dirintisnya lima tahun silam.

Baca Juga : Direksi PTDI Kena Rombak Erick Thohir, 3 Orang Dilengserkan

“Alhamdulillah ada program Kabayan. Karena pakan sudah di-cover eFishery, jadi modal pembelian pakan saya gunakan untuk peningkatan produksi. Penambahan jumlah kolam, pembelian kincir, dan lainnya,” ujar Suryo. Dia mengatakan sejak mengikuti program keanggotaan eFishery, usahanya terus berkembang. Saat ini, dia memiliki 30 kolam budidaya ikan nilai merah.

Dalam waktu dekat, eFisheryKu juga akan memiliki fitur penting yang tak kalah menarik dan akan segera dirilis yaitu 'Jual Ikan'. Di sini pembudidaya ikan dapat menjual ikan hasil budidaya mereka melalui sistem lelang. Selain itu ada pula sistem feedback yang memudahkan pembudidaya ikan untuk bisa meningkatkan kualitas budidayanya agar semakin mengikuti kebutuhan pasar.
(dar)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
RupiahCepat dan Bank...
RupiahCepat dan Bank DBS Kolaborasi Perluas Akses Pembiayaan
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Tekan Risiko Turun Kelas,...
Tekan Risiko Turun Kelas, 51,8% Kelas Menengah Pisahkan Pos Pengeluaran
MNC Finance Bakal Tindak...
MNC Finance Bakal Tindak Tegas Pelanggaran Internal dan Eksternal dalam Proses Pembiayaan
Promosikan Startup ke...
Promosikan Startup ke Dunia, Indonesia Gabung London Tech Week
Membangun Ekonomi Jabar...
Membangun Ekonomi Jabar dari Rumah: Sinergi Baru untuk Pembiayaan Hunian yang Lebih Inklusif
Perusahaan Kini Bisa...
Perusahaan Kini Bisa Dipidana, FIFGROUP Perketat Aturan Penagihan Sesuai KUHP Baru 2026
Rekomendasi
Eksekusi Hotel Sultan...
Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, 27 Petugas Luka Ringan Kena Lemparan Batu
Polda Metro Jaya Terjunkan...
Polda Metro Jaya Terjunkan 4.131 Personel Kawal Demo di Jakarta Hari Ini
Kondisi Terkini Haji...
Kondisi Terkini Haji Bolot, Sudah Dipindah ke Ruang Rawat Inap dan Mulai Pulih
Berita Terkini
IHSG Anjlok Lebih 1%...
IHSG Anjlok Lebih 1% ke 6.154 Siang Ini
OveerPOS Dorong Efisiensi...
OveerPOS Dorong Efisiensi Bisnis lewat Integrasi Transaksi dan Pajak
Bukan Sekadar Listrik,...
Bukan Sekadar Listrik, Panas Bumi Jadi Katalis Ekonomi dan Ketahanan Pangan
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved