Merger Bikin Pelindo Jadi Operator Terbesar ke-8, Fakta Lainnya?

Minggu, 05 September 2021 - 13:30 WIB
loading...
Merger Bikin Pelindo...
Merger akan membuat Pelindo menjadi salah satu operator pelabuhan terbesar. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo akan melakukan penggabungan perusahaan alias merger menyusul pengumuman resmi dari pemerintah. Rencananya, proses merger tersebut dilakukan pada 1 Oktober 2021.

Penggabungan tersebut akan membuat keempat perusahaan BUMN pelat merah, yakni PT Pelindo I (Persero), PT Pelindo II (Persero), PT Pelindo III (Persero), dan PT Pelindo IV (Persero) akan menjadi satu perusahaan. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri BUMN II Kartika Wirjoatmodjo sejalan dengan program strategis pemerintah untuk memaksimalkan integrasi keempat perusahaan tersebut.

Baca juga: Merger Pelindo Jadi Solusi Persoalan Industri Kepelabuhan

"Kami sedang menunggu peraturan pemerintah yang menjadi dasar hukum merger 4 pelabuhan milik BUMN," kata Tiko, sapaan akrabnya, belum lama ini.

Tiko mengaku telah menyiapkan pihak-pihak berkepentingan baik dari jajaran kementerian, direksi, hingga konsultan untuk mewujudkan merger tersebut

Inilah 4 fakta seputar mergernya Pelindo, yang dikupas MNC Portal berikut ini:

1. Operator Peti Kemas Terbesar ke-8

Sebelumnya Tiko menuturkan bahwa proses merger ini dapat membuat kedudukan perusahaan operator terminal peti kemas berada di level global dan mampu bersaing dengan negara-negara maju lainnya.
Pelindo diyakini akan menjadi opeator peti kemas terbesar ke-8 di dunia, sebagaimana pernah disampaikan oleh Direktur Utama Pelindo II Arif Suhartono.

2. Memiliki 4 Subholding

Proses penggabungan empat perusahaan pelabuhan ini akan turut melahirkan empat subholding baru berdasarkan klaster bisnis Pelindo sepanjang ini. Keempatnya yaitu peti kemas, non-peti kemas, logistics hinterland development, marine, dan equipment & port services.

Empat subholding tersebut akan memiliki kantor pusat yang berada di Jakarta, Surabaya, Medan, hingga Makassar. Empat subholding ini dapat meningkatkan skala perusahaan baik dari segi kapasitas maupun pelayanan.

3. Total Aset Rp112 Triliun

Integrasi Pelindo sekaligus akan menggabungkan total aset yang dimilikinya. Adapun nilai mergerisasi Pelindo akan mencapai Rp112 Triliun.

4. Punya 3 Sistem Objektif

Mergeri Pelindo ini memiliki tiga sistem objektif baik dari segi nasional maupun korporasi. Pertama, Pelindo akan meningkatkan skala usaha dan menciptakan nilai BUMN dalam perbaikan layanan Pelabuhan. Hal ini dicapai melalui pemaksimalan operasional, strategi komersial, dan manajemen keuangan.

Baca juga: 6 Varian Baru Covid-19, Ini Perbedaan dan Kecepatan Penularannya

Kedua adalah penguatan ekosistem pelayanan logistik. Ekosistem logistik akan mampu memberikan dampak terhadap ekonomi nasional.

Terakhir, yaitu konektivitas dan standarisasi pelayanan. Proses mergerisasi Pelindo akan memaksimalkan alur konektivitas layanan dengan menerapkan acuan standarisasi. Hal ini dilakukan untuk mendukung penurunan biaya logistik nasional serta mendorong pertumbuhan dan pemerataan ekonomi.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Merger BUMN Karya Mundur...
Merger BUMN Karya Mundur ke Kuartal IV-2026, BP BUMN Ungkap Alasannya
Heboh Kabar Direksi...
Heboh Kabar Direksi PLN Dirombak, Bos BP BUMN Buka Suara
Ekonom Sarankan PT DSI...
Ekonom Sarankan PT DSI Jadi Pengawas Ekspor SDA, Bukan Eksportir Tunggal
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
BUMN Mulai Pangkas Anak...
BUMN Mulai Pangkas Anak Usaha, dari Pupuk Indonesia sampai PLN
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
Chatib Basri di Ajang...
Chatib Basri di Ajang Perang Ideologi Ekonomi
Didukung Danantara,...
Didukung Danantara, PaDi UMKM Perkuat Ekosistem Pengadaan Digital BUMN dan UMKM
Presiden Prabowo Bekali...
Presiden Prabowo Bekali 400 Calon Pemimpin Perusahaan BUMN di PFLP 2026
Rekomendasi
Namanya Terseret Kasus...
Namanya Terseret Kasus Dugaan Suap Impor Bea Cukai, Raffi Ahmad Buka Suara
Mitsubishi Triton Ralliart...
Mitsubishi Triton Ralliart Merapat, Nissan Tendang Navara Nismo
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Berita Terkini
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Harga BBM Pertamax Cs...
Harga BBM Pertamax Cs Resmi Naik per Rabu 10 Juni 2026, Pertalite dan Solar Subsidi Tetap
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved