Ekosistem Gojek Jadi Andalan UMKM Bertahan di Tengah Pandemi
Selasa, 07 September 2021 - 16:01 WIB
loading...
Pegawai Moko Burger menyerahkan pesanan konsumen kepada seorang mitra Gojek. Foto: Istimewa
A
A
A
MAKASSAR - Usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi salah satu sektor yang paling terdampak oleh pandemi Covid-19. Sejumlah UMKM terpaksa harus menutup usahanya karena tidak mampu bertahan terhadap perubahan perilaku konsumen.
Melihat pergeseran kebiasaan masyarakat saat ini yang lebih cenderung berbelanja dan melakukan pesan antar makanan secara daring, ribuan UMKM mampu bertahan dengan mengandalkan ekosistem layanan Gojek. Mereka merasakan manfaat go digital bersama Gojek.
Baca juga:AIA Gandeng Gojek Beri Perlindungan Asuransi ke Para Gamers
Pemilik usaha Moko Burger, Becky, salah satunya. Dia menyampaikan bahwa ia dan pelaku UMKM lainnya berusaha untuk bertahan saat ini. Tak dipungkiri bahwa saat ini ia harus lebih berhati-hati dalam mengontrol pengeluaran sekaligus kualitas dari produknya agar tetap digemari konsumen.
Usaha yang dimulai Becky sejak tahun 2018 ini dari awal memang menyusun konsep delivery dan take away. Becky hanya menerima pesanan dari rumah melalui aplikasi pesan Whatsapp, hingga 6 bulan berikutnya ia bergabung menjadi mitra usaha GoFood. Kemudahan dalam menjual pun ia rasakan setelah bermitra dengan layanan GoFood.
"Saya merasakan banyak kemudahan setelah bergabung menjadi mitra usaha GoFood. Hasil penjualan dapat saya rekap baik melalui aplikasi GoBiz ataupun yang dikirimkan otomatis melalui email setiap hari. Selama pandemi ini, Gojek rutin memberikan promo kepada pelanggannya, tentunya program ini sangat membantu kami para pelaku UMKM untuk dapat bertahan dan bangkit selama pandemi Covid-19 ini," tutur Becky.
Untuk sarana komunikasi, Becky mengandalkan media sosial untuk menginformasikan produk serta promosi apa saja yang sedang berlangsung. Hal ini sangat membantu karena menurutnya masyarakat saat ini begitu terbatas dalam beraktivitas, sehingga perlu menyuguhkan informasi melalui media sosial.
Baca juga:Transportasi Online 'airasia ride' Hadir di Malaysia, Pengamat: Bisa Jadi Akan Masuk Indonesia
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ferni, Owner Sweet & Salty. Usaha jualan snack box yang ia rintis sejak 2017 malah semakin berkembang sejak ia bergabung dengan layanan pesan antar makanan GoFood di tahun ini.
Penjualan online produk usahanya mencapai 60-100 pack dalam sehari. Hal ini juga memantapkan dirinya untuk segera membuka outlet resmi dalam waktu dekat ini. Ferni mengaku tidak begitu terdampak dengan pemberlakukan pembatasan sosial terhadap jenis usahanya.
"Karena pada dasarnya, Sweet & Salty hanya melayani pesan antar dan pembelian take away sehingga saya bisa memaksimalkan penjualan melalui layanan GoFood,” ungkap Ferni.
Baca juga:Bantuan Gojek Bagi Mitra Bisa Gerakkan Ekonomi Mikro
Inovasi produk juga tidak terlepas dari salah satu trik yang Ferni lakukan untuk membuat jualannya tetap diminati. Ia mulai menyesuaikan minat konsumen dan berusaha menyajikannya sesuai dengan permintaan pasar. Sehingga jika di kolaborasikan dengan banyaknya tawaran Promo dari GoFood, sangat dapat menunjang penjualan mereka.
Ketahanan ekonomi selama pandemi Covid-19 di Kota Makassar ternyata mampu didukung oleh keberadaan ekosistem ekonomi digital yang dimiliki Gojek. Solusi teknologi dan non-teknologi yang ditawarkan platform digital Gojek membantu pelaku UMKM beradaptasi sehingga bisa bangkit di situasi pandemi Covid-19, dan tetap optimis bertumbuh ke depannya. Salah satunya melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk go digital.
Melihat pergeseran kebiasaan masyarakat saat ini yang lebih cenderung berbelanja dan melakukan pesan antar makanan secara daring, ribuan UMKM mampu bertahan dengan mengandalkan ekosistem layanan Gojek. Mereka merasakan manfaat go digital bersama Gojek.
Baca juga:AIA Gandeng Gojek Beri Perlindungan Asuransi ke Para Gamers
Pemilik usaha Moko Burger, Becky, salah satunya. Dia menyampaikan bahwa ia dan pelaku UMKM lainnya berusaha untuk bertahan saat ini. Tak dipungkiri bahwa saat ini ia harus lebih berhati-hati dalam mengontrol pengeluaran sekaligus kualitas dari produknya agar tetap digemari konsumen.
Usaha yang dimulai Becky sejak tahun 2018 ini dari awal memang menyusun konsep delivery dan take away. Becky hanya menerima pesanan dari rumah melalui aplikasi pesan Whatsapp, hingga 6 bulan berikutnya ia bergabung menjadi mitra usaha GoFood. Kemudahan dalam menjual pun ia rasakan setelah bermitra dengan layanan GoFood.
"Saya merasakan banyak kemudahan setelah bergabung menjadi mitra usaha GoFood. Hasil penjualan dapat saya rekap baik melalui aplikasi GoBiz ataupun yang dikirimkan otomatis melalui email setiap hari. Selama pandemi ini, Gojek rutin memberikan promo kepada pelanggannya, tentunya program ini sangat membantu kami para pelaku UMKM untuk dapat bertahan dan bangkit selama pandemi Covid-19 ini," tutur Becky.
Untuk sarana komunikasi, Becky mengandalkan media sosial untuk menginformasikan produk serta promosi apa saja yang sedang berlangsung. Hal ini sangat membantu karena menurutnya masyarakat saat ini begitu terbatas dalam beraktivitas, sehingga perlu menyuguhkan informasi melalui media sosial.
Baca juga:Transportasi Online 'airasia ride' Hadir di Malaysia, Pengamat: Bisa Jadi Akan Masuk Indonesia
Hal serupa juga diungkapkan oleh Ferni, Owner Sweet & Salty. Usaha jualan snack box yang ia rintis sejak 2017 malah semakin berkembang sejak ia bergabung dengan layanan pesan antar makanan GoFood di tahun ini.
Penjualan online produk usahanya mencapai 60-100 pack dalam sehari. Hal ini juga memantapkan dirinya untuk segera membuka outlet resmi dalam waktu dekat ini. Ferni mengaku tidak begitu terdampak dengan pemberlakukan pembatasan sosial terhadap jenis usahanya.
"Karena pada dasarnya, Sweet & Salty hanya melayani pesan antar dan pembelian take away sehingga saya bisa memaksimalkan penjualan melalui layanan GoFood,” ungkap Ferni.
Baca juga:Bantuan Gojek Bagi Mitra Bisa Gerakkan Ekonomi Mikro
Inovasi produk juga tidak terlepas dari salah satu trik yang Ferni lakukan untuk membuat jualannya tetap diminati. Ia mulai menyesuaikan minat konsumen dan berusaha menyajikannya sesuai dengan permintaan pasar. Sehingga jika di kolaborasikan dengan banyaknya tawaran Promo dari GoFood, sangat dapat menunjang penjualan mereka.
Ketahanan ekonomi selama pandemi Covid-19 di Kota Makassar ternyata mampu didukung oleh keberadaan ekosistem ekonomi digital yang dimiliki Gojek. Solusi teknologi dan non-teknologi yang ditawarkan platform digital Gojek membantu pelaku UMKM beradaptasi sehingga bisa bangkit di situasi pandemi Covid-19, dan tetap optimis bertumbuh ke depannya. Salah satunya melalui kemudahan migrasi UMKM dari offline ke online, atau mempercepat UMKM untuk go digital.
(luq)
Lihat Juga :