Gandeng Pemda, PTDI Siapkan Pesawat N219 Layani Daerah Terpencil
Selasa, 07 September 2021 - 17:27 WIB
loading...
PTDI menyatakan pesawat N219 siap melayani penerbangan di bandara-bandara perintis. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - PT Dirgantara Indonesia (Persero) atau PTDI mengarahkan pesawat N219 untuk beroperasi secara komersial melayani penerbangan di sejumlah bandara perintis di daerah terpencil. Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) telah menerbitkan type certificate untuk N219.
Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro mengatakan, pemerintah pusat akan menggandeng sejumlah pemerintah daerah (pemda) di kawasan perintis untuk memanfaatkan pesawat N219 sebagai moda transportasi udara untuk mendukung konektivitas di daerah-daerah terpencil. Pesawat besutan PTDI tersebut akan digunakan sebagai angkutan penumpang dan juga logistik.
Baca Juga: Intip Pesawat N219 Amphibi, Bisa Mendarat di Darat dan Perairan
"Pesawat N219 berkapasitas 19 penumpang yang ditujukan melayani penerbangan jangka pendek, khususnya ke wilayah-wilayah perintis," ujar Elfien, Selasa (7/9/2021).
Pengoperasian N219 di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) dan kawasan perbatasan Indonesia diharapkan dapat meningkatkan manfaat akses layanan publik dan peluang ekonomi melalui transportasi udara. Apalagi daerah 3T tak jarang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah.
Direktur Utama PTDI Elfien Goentoro mengatakan, pemerintah pusat akan menggandeng sejumlah pemerintah daerah (pemda) di kawasan perintis untuk memanfaatkan pesawat N219 sebagai moda transportasi udara untuk mendukung konektivitas di daerah-daerah terpencil. Pesawat besutan PTDI tersebut akan digunakan sebagai angkutan penumpang dan juga logistik.
Baca Juga: Intip Pesawat N219 Amphibi, Bisa Mendarat di Darat dan Perairan
"Pesawat N219 berkapasitas 19 penumpang yang ditujukan melayani penerbangan jangka pendek, khususnya ke wilayah-wilayah perintis," ujar Elfien, Selasa (7/9/2021).
Pengoperasian N219 di daerah tertinggal, terdepan dan terluar (3T) dan kawasan perbatasan Indonesia diharapkan dapat meningkatkan manfaat akses layanan publik dan peluang ekonomi melalui transportasi udara. Apalagi daerah 3T tak jarang memiliki potensi sumber daya alam (SDA) yang melimpah.
Lihat Juga :