Dukung Petani Milenial, Kementan Gandeng Perbankan dan BUMN
Jum'at, 10 September 2021 - 02:25 WIB
loading...
A
A
A
Menurutnya, petani milenial tak hanya berproduksi di lapangan dan menghasilkan varietas baru, tapi juga sudah mampu memasarkan produk serta menyiapkan market yang terkoneksi secara digital hingga menembus ekspor.
(Baca juga:Merauke, Kabupaten Papua Pertama Dukung Jokowi Ciptakan Petani Milenial Indonesia)
“Dalam lima tahun, kita akan mencetak 2,5 juta petani milenial. Salah satunya dengan Pelatihan Wirausaha Pertanian demi meningkatkan kapasitas mereka terutama pengembangan usaha melalui KUR dari perbankan dan optimalisasi kegiatan agribisnis,” katanya.
Mentan mengapresiasi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi atas dukungannya bagi penumbuhan kewirausahaan petani milenial, dengan peningkatan kapasitas melalui pelatihan maupun pendidikan vokasi.
Dalam kesempatan tersebut Mentan Syahrul memberi bantuan 10.000 stek bibit ubi jalar varietas lokal rancing dan pupuk bagi P4S Bumi Mazarie; bantuan benih untuk Kabupaten Cianjur yakni kedelai senilai Rp15,8 milir, kacang tanah Rp113 juta, kacang hijau Rp82,3 juta dan ubi kayu Rp336 juta.
(Baca juga:Mentan: Kualitas Mahasiswa Polbangtan Harus Setara Petani Milenial Asia)
(Baca juga:Merauke, Kabupaten Papua Pertama Dukung Jokowi Ciptakan Petani Milenial Indonesia)
“Dalam lima tahun, kita akan mencetak 2,5 juta petani milenial. Salah satunya dengan Pelatihan Wirausaha Pertanian demi meningkatkan kapasitas mereka terutama pengembangan usaha melalui KUR dari perbankan dan optimalisasi kegiatan agribisnis,” katanya.
Mentan mengapresiasi Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi atas dukungannya bagi penumbuhan kewirausahaan petani milenial, dengan peningkatan kapasitas melalui pelatihan maupun pendidikan vokasi.
Dalam kesempatan tersebut Mentan Syahrul memberi bantuan 10.000 stek bibit ubi jalar varietas lokal rancing dan pupuk bagi P4S Bumi Mazarie; bantuan benih untuk Kabupaten Cianjur yakni kedelai senilai Rp15,8 milir, kacang tanah Rp113 juta, kacang hijau Rp82,3 juta dan ubi kayu Rp336 juta.
(Baca juga:Mentan: Kualitas Mahasiswa Polbangtan Harus Setara Petani Milenial Asia)
Lihat Juga :