Pabrik Soda Ash Petrokimia Gresik Bakal Kurangi Ketergantungan Impor
Minggu, 12 September 2021 - 13:13 WIB
loading...
Dirut Petrokimia Gresik Dwi Satriyo Annurogo (kiri) dan Wakil Dirut PT Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto (kanan) mendampingi Menteri Investasi Bahlil Lahadalia (tengah) saat meninjau proyek pembangunan Pabrik Soda Ash milik PT Petrokimia Gresik, Jumat
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengunjungi lokasi proyek Pabrik Soda Ash milik Petrokimia Gresik , perusahaan Solusi Agroindustri anggota holding Pupuk Indonesia, Jumat (10/9/2021). Kunjungan ini merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap percepatan pembangunan Pabrik Soda Ash atau Natrium Karbonat (Na2CO3), mengingat pabrik ini akan menjadi yang pertama di Indonesia untuk memperkuat industri kimia nasional.
Menteri Bahlil menyampaikan bahwa dukungan percepatan Pabrik Soda Ash Petrokimia Gresik ini sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia agar pihaknya membantu perusahaan BUMN atau swasta nasional yang menghasilkan produk substitusi impor. Hal tersebut selaras dengan Pabrik Soda Ash Petrokimia Gresik ini yang nantinya akan mengurangi ketergantungan impor.
(Baca juga:Kawal Penanaman Tebu, Petrokimia Gresik dan PTPN X Dukung Swasembada Gula)
“Selama ini kebutuhan Soda Ash nasional mencapai 1 juta ton dalam setahun, dan semua itu dipenuhi dari impor. Kedatangan saya ke sini untuk memastikan agar proyek ini berproses,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/9/2021).
Ia berharap BUMN lainnya juga dapat mengoptimalkan hasil samping industrinya untuk memberikan nilai tambah, seperti yang dilakukan Petrokimia Gresik melalui strategi related diversified industry. Di mana Pabrik Soda Ash ini akan me-utilisasi produk hilir dari pabrik Amoniak-Urea berupa CO2 yang diolah menjadi bahan baku pembuatan Soda Ash. Upaya ini akan meningkatkan pendapatan BUMN dan manfaatnya pun akan berkelanjutan hingga masyarakat.
Menteri Bahlil menyampaikan bahwa dukungan percepatan Pabrik Soda Ash Petrokimia Gresik ini sesuai dengan instruksi Presiden Republik Indonesia agar pihaknya membantu perusahaan BUMN atau swasta nasional yang menghasilkan produk substitusi impor. Hal tersebut selaras dengan Pabrik Soda Ash Petrokimia Gresik ini yang nantinya akan mengurangi ketergantungan impor.
(Baca juga:Kawal Penanaman Tebu, Petrokimia Gresik dan PTPN X Dukung Swasembada Gula)
“Selama ini kebutuhan Soda Ash nasional mencapai 1 juta ton dalam setahun, dan semua itu dipenuhi dari impor. Kedatangan saya ke sini untuk memastikan agar proyek ini berproses,” ujar Bahlil dalam keterangan tertulisnya, Minggu (12/9/2021).
Ia berharap BUMN lainnya juga dapat mengoptimalkan hasil samping industrinya untuk memberikan nilai tambah, seperti yang dilakukan Petrokimia Gresik melalui strategi related diversified industry. Di mana Pabrik Soda Ash ini akan me-utilisasi produk hilir dari pabrik Amoniak-Urea berupa CO2 yang diolah menjadi bahan baku pembuatan Soda Ash. Upaya ini akan meningkatkan pendapatan BUMN dan manfaatnya pun akan berkelanjutan hingga masyarakat.
Lihat Juga :