KIT Batang Bakal Sumbang Pendapatan PPRO Rp1,5 Triliun
Senin, 13 September 2021 - 09:33 WIB
loading...
A
A
A
Diketahui, perseroan menargetkan peningkatan yang disertai dengan kenaikan liabilitas dan juga ekuitas perseroan.
Hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan peningkatan aset dari Rp18,58 triliun pada 2020 menjadi Rp19,62 triliun. Ekuitas perseroan pada akhir 2021 diharapkan mencapai Rp4,76 triliun serta liabilitas menjadi Rp14,86 triliun.
Menurut Direktur Utama PP Properti I Gede Upeksa Negara, perseroan optimistis akan proyeksi tahun ini karena membaiknya kondisi pandemi Covid-19 dan juga didorong dengan langkah strategis perseroan.
"Seiring dengan membaiknya kondisi Covid-19 yang sudah menurun cukup bagus dan pelaksanaan PPKM juga sudah mulai turun levelnya, nanti di akhir tahun kami optimistis akan mencapai kinerja seperti yang kami harapkan,” ujar Gede.
Di sisi properti, Gede mengungkapkan salah satu strategi perseroan yaitu mendukung program pemerintah, baik melalui kawasan industri maupun pariwisata akan menjadi pendorong capaian proyeksi PPRO.
Ditambah lagi, Gede menyebutkan, PPRO mampu menyerap aspirasi dan perubahan pasar ketika kebutuhan mulai bergeser. Perseroan akan menerapkan perubahan tersebut pada produk-produk propertinya sehingga bisa terserap pasar.
Hingga akhir tahun ini perseroan menargetkan peningkatan aset dari Rp18,58 triliun pada 2020 menjadi Rp19,62 triliun. Ekuitas perseroan pada akhir 2021 diharapkan mencapai Rp4,76 triliun serta liabilitas menjadi Rp14,86 triliun.
Menurut Direktur Utama PP Properti I Gede Upeksa Negara, perseroan optimistis akan proyeksi tahun ini karena membaiknya kondisi pandemi Covid-19 dan juga didorong dengan langkah strategis perseroan.
"Seiring dengan membaiknya kondisi Covid-19 yang sudah menurun cukup bagus dan pelaksanaan PPKM juga sudah mulai turun levelnya, nanti di akhir tahun kami optimistis akan mencapai kinerja seperti yang kami harapkan,” ujar Gede.
Di sisi properti, Gede mengungkapkan salah satu strategi perseroan yaitu mendukung program pemerintah, baik melalui kawasan industri maupun pariwisata akan menjadi pendorong capaian proyeksi PPRO.
Ditambah lagi, Gede menyebutkan, PPRO mampu menyerap aspirasi dan perubahan pasar ketika kebutuhan mulai bergeser. Perseroan akan menerapkan perubahan tersebut pada produk-produk propertinya sehingga bisa terserap pasar.
Lihat Juga :