Soal Penanganan Perubahan Iklim, Jokowi Bisa Jadi Contoh Dunia

Senin, 13 September 2021 - 23:33 WIB
loading...
Soal Penanganan Perubahan...
Presiden Joko Widodo meninjau penanganan kebakaran lahan di Desa Merbau, Kecamatan Bunut, Pelalawan, Riau, Selasa 17 September 2019. FOTO/ANTARA
A A A
JAKARTA - Sekretaris Eksekutif United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC) Patricia Espinosa menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) patut menjadi contoh dalam upaya menangani perubahan iklim . Upaya Pemerintah Indonesia sangat impressif dalam menanggulangi perubahan iklim.

"Berbagai capaian yang telah Indonesia kerjakan dalam penanggulangan perubahan iklim patut menjadi contoh bagi negara-negara lain di dunia," kata dia dikutip melalui keterangan resmi saat melakukan pertemuan virtual dengan delegasi COP 26 Indonesia, Senin (13/9/2021).

Baca Juga: Betulkah Gempa Bumi Megathrust Laut Selatan Jawa Semakin Dekat? Ini Kata BMKG

Meskipun menghadapi berbagai tantangan, Patricia beranggapan Indonesia sangat serius menanggulangi perubahan iklim. Perlu kerja sama lintas sektor dan juga dukungan politik yang kuat pada setiap penerbitan kebijakan-kebijakan terkait penanggulangan perubahan iklim.

Pernyataan itu diamini Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar. Pihaknya menyebut kebakaran hutan dan lahan di Indonesia pada 2020-2021 jauh berkurang. "Jika dibandingkan dengan benua lain seperti Eropa, Australia dan Amerika jauh lebih besar," kata dia.

Dia mengatakan Indonesia telah menjadi contooh nyata dalam upaya penanggulangan perubahan iklim. Penekanan utama berada di sektor kehutanan dan perubahan lahan/forestry dan Land Use Sector (FOLU) di Indonesia yang menjadi penyumbang terbesar emisi karbon yaitu sekitar 60 persen telah jauh berkurang.

Hal senada dikatakan Menteri Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. Penurunan emisi terbesar ditargetkan dari sektor kehutanan dan FOLU serta sektor energi. Selanjutnya dukungan blue carbon serta dukungan kerjasama, finansial dan teknologi termasuk dengan dunia usaha.

Siti Nurbaya mengungkapkan fakta terkait agenda netral karbon di Indonesia. Telah terjadi penurunan deforestasi tahun 2019-2020 sebesar 78 persen sebagai angka deforestation rate terendah sejak 1990, yaitu sebesar 115 ribu hektar (ha). Sebelumnya pada 2018-2019 seluas 460 ribu ha, 2014-2015 seluas 1,09 juta ha dan 1996-2000 seluas 3,51 juta ha. "Sejak tahun 2019 Indonesia menegaskan moratorium permanen seluas 66,2 juta ha untuk tidak diberikan izin baru lagi," kata dia.

Penetapan areal bernilai konservasi atau high conservation value forest (HCVF) seluas 3,87 juta ha di areal konsesi HPH dan HTI serta sekitar 1,34 juta ha HCVF di areal perkebunan sawit. Luas areal terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan telah menurun tajam pada tahun lalu, yaitu 82 persen dengan perkiraan emisi GRK menurun hingga sebesar sekitar 93 persen.

Baca Juga: Cahaya Mukjizat Tuhan Terlihat Bersamaan dengan Gempa 7,1 SR di Meksiko

Demikian pula rehabilitasi gambut seluas 3,74 juta ha melalui kegiatan re-wetting gambut, menjaga agar gambut tetap basah, dengan infrastruktur sekat kanal, sumur bor, dan dengan pengendalian rencana kerja dan pemantauan tinggi muka air gambut dan ketaatan konsesi dan pembinaan pengelolaan gambut pada 600 ribu ha areal masyarakat. Begitu pula telah dilakukan kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan dari 1,53 juta ha dan rehabilitasi mangrove 18 ribu ha tahun 2020 dan 2021 mencakup areal 40 hingga 83 ribu ha dan sampai 2024 diproyeksikan akan ditanam hingga 600 ribu ha.

Menteri ESDM Arifin Tasrif telah menyusun peta jalan (road map) transisi energi menuju netral karbon di sektor energi antara lain melalui menurunkan penggunaan energi batubara dan meningkatkan pemanfaatan Energi Baru Terbarukan (EBT) pada pembangkit listrik juga alat transportasi serta peralatan rumah tangga.

Sementara itu, Wakil Menteri Keuangan Suahazil Nazara menegaskan pentingnya dukungan pendanaan dan transfer teknologi dari dunia internasional agar Indonesia dapat mencapai ambisi penurunan emisi karbon sebesar 41 persen.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pangkas 79 Ton Emisi...
Pangkas 79 Ton Emisi per Tahun, Pertamina Perluas Penggunaan Energi Bersih di Kapal Tanker
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
3 Opsi Sumber Pendapatan...
3 Opsi Sumber Pendapatan Daerah Potensial Selain Pajak Kendaraan Listrik
RI-UNEP Perkuat Kerja...
RI-UNEP Perkuat Kerja Sama Kehutanan, REDD+, dan Pengembangan Pasar Karbon
Implementasi ESG, Dunia...
Implementasi ESG, Dunia Usaha Perlu Mitigasi Perubahan Iklim Secara Terukur
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan...
KADIN Net Zero Hub Perkenalkan Arah Baru Percepat Dekarbonisasi Sektor Bisnis via Kolaborasi
Usai Temui Jokowi, IKA...
Usai Temui Jokowi, IKA BEM Nusantara Akan Bertemu Gibran, Bahas Apa?
Jokowi Bakal Masuk PSI,...
Jokowi Bakal Masuk PSI, Deddy Sitorus PDIP: Terus Terang Kami Tidak Takut
Jumhur Dorong Penanaman...
Jumhur Dorong Penanaman Bambu untuk Serap Emisi dan Tingkatkan Penghasilan Warga
Rekomendasi
TMCR 2026 Ajak Warga...
TMCR 2026 Ajak Warga Jelajahi Jakarta Jelang Usia 500 Tahun
AS Berencana Bangun...
AS Berencana Bangun Persediaan Senjata Siap Tempur di Australia
75 Gol dalam 24 Laga,...
75 Gol dalam 24 Laga, Piala Dunia 2026 Penuh Drama
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
Geser Taylor Swift,...
Geser Taylor Swift, Lucy Guo Jadi Wanita Terkaya Termuda di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved