Menteri KLHK: Karhutla Sumbang Emisi Gas Rumah Kaca Terbesar di Indonesia
Kamis, 16 September 2021 - 00:03 WIB
loading...
Menteri KLHK Siti Nurbaya Bakar meluncurkan Aplikasi ASAP Digital Nasional, Rabu (15/9). FOTO/KLHK
A
A
A
JAKARTA - Pencegahan karhutla menjadi langkah penting dalam upaya mengendalikan perubahan iklim . Karhutla menjadi penyumbang emisi gas rumah kaca terbesar di Indonesia.
Berdasarkan Data KLHK, luas areal terbakar akibat karhutla tahun 2020 turun tajam, yaitu mencapai 82% sejak masa sulit karhutla tahun 2015. Penurunan karhutla tahun 2020 diperkirakan telah mampu menurunkan emisi gas rumah kaca di Indonesia sebesar 93%.
"Penurunan emisi ini diharapkan dapat terus dijaga agar target FoLU Net Sink 2030 dapat dicapai," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar saat peluncuran Aplikasi ASAP Digital Nasional, Rabu (15/9/2021).
Baca Juga: Mendagri Buat Aturan Penggunaan APBD untuk Penanganan Karhutla
Menurut dia upaya pengendalian karhutla di Indonesia saat ini telah menunjukan progres positif. Koordinasi dan kerjasama lintas instansi pusat dan daerah, serta instansi penegak hukum telah menurunkan kejadian karhutla secara drastis.
Teranyar, sinergi lintas lembaga pemerintah diperkuat dengan meluncurkan Aplikasi ASAP Digital Nasional. Kegunaan aplikasi tersebut untuk memperkuat sistem deteksi dini indikasi kejadian karhutla melalui digital secara nasional.
"Kami berharap dengan diluncurkanya Aplikasi ASAP Digital Nasional oleh Polri akan memperkuat sistem peringatan dan deteksi dini indikasi karhutla dalam kesatuan sistem yang bekerja di tingkat lapangan sekaligus di tingkat nasional," kata Siti.
Berdasarkan Data KLHK, luas areal terbakar akibat karhutla tahun 2020 turun tajam, yaitu mencapai 82% sejak masa sulit karhutla tahun 2015. Penurunan karhutla tahun 2020 diperkirakan telah mampu menurunkan emisi gas rumah kaca di Indonesia sebesar 93%.
"Penurunan emisi ini diharapkan dapat terus dijaga agar target FoLU Net Sink 2030 dapat dicapai," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar saat peluncuran Aplikasi ASAP Digital Nasional, Rabu (15/9/2021).
Baca Juga: Mendagri Buat Aturan Penggunaan APBD untuk Penanganan Karhutla
Menurut dia upaya pengendalian karhutla di Indonesia saat ini telah menunjukan progres positif. Koordinasi dan kerjasama lintas instansi pusat dan daerah, serta instansi penegak hukum telah menurunkan kejadian karhutla secara drastis.
Teranyar, sinergi lintas lembaga pemerintah diperkuat dengan meluncurkan Aplikasi ASAP Digital Nasional. Kegunaan aplikasi tersebut untuk memperkuat sistem deteksi dini indikasi kejadian karhutla melalui digital secara nasional.
"Kami berharap dengan diluncurkanya Aplikasi ASAP Digital Nasional oleh Polri akan memperkuat sistem peringatan dan deteksi dini indikasi karhutla dalam kesatuan sistem yang bekerja di tingkat lapangan sekaligus di tingkat nasional," kata Siti.
Lihat Juga :