Jadi Mitra Kemenkes dan BNPB, KlikDokter Gelar Rapid Test Covid-19

Selasa, 21 April 2020 - 18:55 WIB
loading...
Jadi Mitra Kemenkes...
KlikDokter melaksanakan rapid test mulai tangal 21 April 2020 dan dilaksanakan di rumah sakit rekanan yang telah ditunjuk oleh KlikDokter sesuai jam operasional rumah sakit. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (Kalbe) melalui anak usahanya KlikDokter melakukan risk assessment dalam bentuk pelaksanaan rapid test massal untuk menekan laju penyebaran virus corona dan penanganan cepat bagi masyarakat yang memiliki risiko terpapar Covid-19.

KlikDokter sebagai platform layanan kesehatan digital yang terintegrasi telah ditunjuk oleh pemerintah melalui Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Badan Nasional Penanggulanan Bencana (BNPB) untuk membantu pemerintah dalam percepatan penanganan dan penanggulangan Covid-19.

Pelaksanaan rapid test massal ini bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit yang mengikuti standar medical compliance untuk menjadi lokasi pelaksanaan rapid test ini. Layanan rapid test ini berlaku mulai tangal 21 April 2020 dan dilaksanakan di rumah sakit rekanan yang telah ditunjuk oleh KlikDokter sesuai jam operasional rumah sakit.

"KlikDokter berkomitmen membantu masyarakat untuk mendeteksi awal dengan melakukan skrining awal yang akurat, aman, cepat, mudah dan sejalan dengan himbauan pemerintah dalam physical distancing untuk memastikan keselamatan dan keamanan masyarakat serta mitra kami," kata Direktur Utama KlikDokter Dino Bramanto dalam keterangan resminya, Selasa (21/4/2020).

Dino pun mengapresiasi rumah sakit mitra yang ikut membantu KlikDokter dalam mewujudkan komitmen penanggulangan Covid-19. Dalam melakukan rapid test ini, jelas dia, KlikDokter bekerja sama dengan sejumlah rumah sakit yaitu RS EMC Tangerang, EMC Sentul, RS Azra Bogor, RS Husada Utama Surabaya dan RS Mitra Keluarga Kelapa Gading.

Saat ini, layanan rapid test tersedia bagi pelanggan KlikDokter dan masyarakat umum di area Jabodedatabek dan Surabaya dan akan terus diperluas ke berbagai wilayah bersama Kemenkes, BNPB dan pemerintah dalam menanggulangi penyebaran virus Covid-19. Layanan ini tidak dikenakan biaya dan berlaku satu kali tes gratis untuk alat Rapid Test Kits. Pelanggan hanya dikenakan biaya pengganti peralatan pelindung tenaga medis dan jasa dokter.
Pelaksanaan rapid test dilaksanakan di rumah sakit mitra yang telah ditunjuk oleh KlikDokter sesuai jam operasional rumah sakit. Pendaftaran dan pembayaran administrasi dilakukan melalui aplikasi KlikDokter sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku.

"KlikDokter mendorong masyarakat agar tidak takut dan malu untuk memeriksakan diri, jika memiliki gejala dan pernah kontak dengan orang lain atau baru saja melakukan perjalanan dari negara yang juga terinfeksi Covid-19. Semakin cepat terdeteksi dan semakin cepat pengobatan, maka semakin besar peluang untuk kesembuhan," tutup Dino.

Proses layanan ini juga sangat mudah yaitu masyarakat yang ingin melakukan rapid test hanya dengan meng-klik banner Ads Cek Risiko Corona yang ada di aplikasi KlikDokter, memilih rumah sakit yang telah ditunjuk sebagai mitra KlikDokter dan kemudian melakukan perjanjian temu dan konsultasi secara daring dengan dokter yang terdaftar sesuai dengan anjuran pemerintah.

Bila kondisi pengguna yang telah mengikuti rapid test memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, maka akan mendapatkan konsultasi dengan dokter-dokter yang sudah bekerja sama dengan KlikDokter untuk membantu pasien mendapatkan penanganan yang tepat.

Pemeriksaan rapid test ini menggunakan sampel darah untuk diuji. Darah yang diambil kemudian akan digunakan untuk mendeteksi imunoglobulin, yakni antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi. Sehingga, pasien yang sudah berada pada tahap awal infeksi dapat lebih cepat diidentifikasi dan ditangani.

Pelaksanaan rapid test ini melengkapi layanan digital KlikDokter yang sebelumnya telah meluncurkan fitur pemeriksaan resiko Covid-19. Melalui fitur ini, masyarakat bisa melakukan pengecekan gejala-gejala yang dirasakan terkait COVID-19 sebelum mendatangi rumah sakit. Fitur ini dapat diakses melalui https://www.klikdokter.com/pages/cek-virus-corona.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Wabah HMPV Merebak di...
Wabah HMPV Merebak di China: Akankah Jadi Pandemi Berikutnya setelah Covid-19?
Berkat Gas dan Rem Jokowi,...
Berkat 'Gas dan Rem' Jokowi, Indonesia Selamat dari Badai Krisis Ekonomi
Restrukturisasi Kredit...
Restrukturisasi Kredit Covid BNI Turun Jadi Rp25,8 T per Maret 2024
Bauran EBT Masih Jauh...
Bauran EBT Masih Jauh dari Target, Menteri ESDM Salahkan Covid
Status Pandemi Covid-19...
Status Pandemi Covid-19 Dicabut, Jokowi Optimistis Ekonomi Meningkat
3 Tahun Pandemi Covid-19,...
3 Tahun Pandemi Covid-19, Ini 5 Bisnis yang Bersinar dan Redup
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rekomendasi
Doa Akhir dan Awal Tahun...
Doa Akhir dan Awal Tahun Baru Islam yang Penting Diketahui!
Formula 1 Lanjut ke...
Formula 1 Lanjut ke Barcelona, Antonelli Perlebar Dominasi di Klasemen? Nonton Streaming di VISION+
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Berita Terkini
Operasional Multi Lokasi...
Operasional Multi Lokasi Kini Bisa Dipantau dari Satu Dashboard
Distributor di Kaltim...
Distributor di Kaltim Ikuti Factory Visit SIG untuk Perkuat Kemitraan
Sambut Libur Sekolah,...
Sambut Libur Sekolah, Jasa Marga Optimalkan One Call Center 133
Pertamina NRE Pasang...
Pertamina NRE Pasang PLTS Pertama di Kapal Angkut Minyak
Pertamina Pangkas 124...
Pertamina Pangkas 124 Anak Usaha, Ada yang di Merger hingga Likuidasi
10 Tahun Jadi Tempat...
10 Tahun Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia, BAT Indonesia Raih Platinum Harmonia
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved