RI Produksi Mobil Listrik di Mei 2022, Bahlil: Sudah Paten!
Jum'at, 17 September 2021 - 18:34 WIB
loading...
Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), Bahlil Lahadalia memastikan, untuk produksi mobil listrik di Indonesia beroperasi paling lambat di bulan Mei 2022. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Investasi atau Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BPKM), Bahlil Lahadalia memastikan, untuk produksi mobil listrik di Indonesia beroperasi paling lambat di bulan Mei 2022. Dimana sebelumnya untuk ground breaking pabrik kendaraan listrik sudah dilakukan beberapa pekan sebelumnya.
"Bulan Mei paling lambat, Insya Allah sudah produksi. Jadi mobilnya sudah paten, nanti kita akan produksi, sudah mencapai 80% dan hampir sudah 100%. Bukan baru di bulan Mei atau akan, tapi kita sudah mulai," ujar Bahlil dalam keterangan virtual di Jakarta, Jumat (17/9/2021).
Baca Juga: Ketum Kadin Optimistis RI Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Terbesar Dunia
Dirinya mengaku untuk investasi pabrik baterai bersama Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution sudah dibangun di kawasan Karawang, Jawa Barat.
"Mobil listrik akan diproduksi di bulan Mei 2022 buatan Hyundai dan kami menerjemahkan transportasi ekonomi dari pak Jokowi. Pabrik baterai sel listrik tersebut nantinya akan mensuplai kendaraan-kendaraan listrik milik Hyundai. Kapasitas produksinya sebesar 10 giga watt hour,” paparnya.
"Bulan Mei paling lambat, Insya Allah sudah produksi. Jadi mobilnya sudah paten, nanti kita akan produksi, sudah mencapai 80% dan hampir sudah 100%. Bukan baru di bulan Mei atau akan, tapi kita sudah mulai," ujar Bahlil dalam keterangan virtual di Jakarta, Jumat (17/9/2021).
Baca Juga: Ketum Kadin Optimistis RI Jadi Produsen Baterai Mobil Listrik Terbesar Dunia
Dirinya mengaku untuk investasi pabrik baterai bersama Hyundai Motor Group dan LG Energy Solution sudah dibangun di kawasan Karawang, Jawa Barat.
"Mobil listrik akan diproduksi di bulan Mei 2022 buatan Hyundai dan kami menerjemahkan transportasi ekonomi dari pak Jokowi. Pabrik baterai sel listrik tersebut nantinya akan mensuplai kendaraan-kendaraan listrik milik Hyundai. Kapasitas produksinya sebesar 10 giga watt hour,” paparnya.
Lihat Juga :