Geger Pemalsuan Data China, Bank Dunia Setop Laporan Ease of Doing Business
Sabtu, 18 September 2021 - 12:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam Ease of Doing Business tersaji indikator perihal perbandingan peraturan bisnis, reformasi ekonomi, hingga perlindungan hak milik di negara-negara anggota dengan tujuan untuk mendorong efisiensi dan jaminan kebebasan berbisnis.
Posisi China dalam laporan Ease of Doing Business Bank Dunia pada 2018 seharusnya berada di peringkat 85 namun peringkatnya dinaikkan menjadi nomor 78. Artinya, tujuh tempat lebih tinggi dari temuan ini.
"Perubahan peringkat China dalam Ease of Doing Business tahun 2018 tampaknya adalah hasil rekayasa dari tekanan yang diterapkan oleh petinggi bank terhadap stafnya," tulis laporan Bank Dunia, Kamis (16/9).
Bank Dunia menyebut Georgieva menekan staf untuk meningkatkan peringkat China. "Di mana China diharapkan bisa memainkan peran untuk meningkatkan modal bank," lanjut laporan tersebut. Menanggapi hal itu, perempuan asal Bulgaria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Komisi Eropa ini tegas menolak semua tuduhan terhadapnya.
"Pada dasarnya, saya tidak setuju dengan temuan dan anggapan terkait peran saya dalam laporan Doing Business Bank Dunia pada 2018. Saya sudah memberikan arahan kepada Dewan Eksekutif IMF perihal masalah ini," kata Georgeiva dalam sebuah pernyataan tertulis. Dugaan pelanggaran ini telah diserahkan kepada Komite Etik IMF untuk dibahas di tingkat internal.
Posisi China dalam laporan Ease of Doing Business Bank Dunia pada 2018 seharusnya berada di peringkat 85 namun peringkatnya dinaikkan menjadi nomor 78. Artinya, tujuh tempat lebih tinggi dari temuan ini.
"Perubahan peringkat China dalam Ease of Doing Business tahun 2018 tampaknya adalah hasil rekayasa dari tekanan yang diterapkan oleh petinggi bank terhadap stafnya," tulis laporan Bank Dunia, Kamis (16/9).
Bank Dunia menyebut Georgieva menekan staf untuk meningkatkan peringkat China. "Di mana China diharapkan bisa memainkan peran untuk meningkatkan modal bank," lanjut laporan tersebut. Menanggapi hal itu, perempuan asal Bulgaria yang sebelumnya pernah menjabat sebagai Wakil Presiden Komisi Eropa ini tegas menolak semua tuduhan terhadapnya.
"Pada dasarnya, saya tidak setuju dengan temuan dan anggapan terkait peran saya dalam laporan Doing Business Bank Dunia pada 2018. Saya sudah memberikan arahan kepada Dewan Eksekutif IMF perihal masalah ini," kata Georgeiva dalam sebuah pernyataan tertulis. Dugaan pelanggaran ini telah diserahkan kepada Komite Etik IMF untuk dibahas di tingkat internal.
Lihat Juga :