Pengusaha Ritel Global Ramai-ramai Cabut dari Vietnam, Ada Apa?

Sabtu, 18 September 2021 - 14:00 WIB
loading...
Pengusaha Ritel Global...
Pengusaha ritel global mulai meinggalkan Vietnam. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Aturan pembatasan berkepanjangan terkait pandemi Covid-19 di Vietnam membuat para pelaku ritel global khawatir. Terutama bagi yang bergantung pada negara di Asia Tenggara itu terkait pabrik Vietnam memproduksi alas kaki dan pakaian.

Kepanikan menyebabkan perusahaan riset Wall Street, BTIG, menurunkan peringkat saham Nike pada pekan lalu. Menurut BTIG, sejak merilis laporan pendapatan terakhirnya produsen sepatu kets itu telah dilanda masalah serius.

Baca Juga: Top! Sebentar Lagi Erick Thohir Bakal Punya Klub Bola Inggris

Menurut analisis BTIG, perusahaan-perusahaan ritel dengan beberapa eksposur terbesar ke Vietnam, termasuk Deckers Outdoor, perusahan induk dari Ugg dan Hoka; Michael Kors, induk dari Capri Holdings, Columbia Sportswear, Nike; pemilik Coach, Tapestry; Under Armour dan Lululemon.

Hambatan-hambatan di Vietnam diperburuk dengan serangkaian masalah rantai pasokan lainnya, mulai dari kekurangan truk-truk kontainer untuk pengiriman kargo hingga pelabuhan yang tersendat dan jumlah pengemudi truk yang terbatas.

Beberapa perusahaan yang memindahkan manufaktur dari Tiongkok ke Vietnam dalam beberapa tahun terakhir dalam upaya untuk mendiversifikasi rantai pasokan mereka dan menghindari tarif telah melangkah lebih jauh dengan membawa produksinya kembali ke Negeri Tirai Bambu.

Chief Executive Officer (CEO) Designer Brands Roger Rawlins mengatakan bahwa karena perlambatan di Vietnam maka enam tahun hasil pekerjaan rantai pasokan batal dalam enam hari.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Lompatan Sang Anak Bawang,...
Lompatan Sang 'Anak Bawang', Rahasia Sukses Vietnam Naik Kelas Jadi Berpendapatan Menengah Atas
Sektor Industri Bermasalah,...
Sektor Industri Bermasalah, RI Rawan Disalip Vietnam Jadi Negara Berpenghasilan Tinggi
Dulu Rakyatnya Ngungsi...
Dulu Rakyatnya Ngungsi ke RI, Kini Vietnam Naik Kelas Lampaui Indonesia
Vietnam dan Filipina...
Vietnam dan Filipina Bersaing Jadi Raja ASEAN, Mengapa Indonesia Tertinggal?
Bank Dunia Naikkan Status...
Bank Dunia Naikkan Status Vietnam dan Filipina Jadi Negara Berpendapatan Menengah Atas, Indonesia Kalah
Daya Saing Indonesia...
Daya Saing Indonesia Turun ke Peringkat 48 Dunia, Kalah dari Malaysia dan Vietnam
Praktik Dokter Ilegal...
Praktik Dokter Ilegal di Jaksel, 2 WNA Vietnam Dideportasi
Kasus Penyelundupan...
Kasus Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling, WN Vietnam Diserahkan ke Kejari Cilegon
Iran Bertekad Jadi Vietnam...
Iran Bertekad Jadi 'Vietnam Kedua' yang Bikin AS Kalah Perang Secara Memalukan
Rekomendasi
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jika Arab Saudi Punya...
Jika Arab Saudi Punya Senjata Nuklir, Kenapa Banyak Negara Khawatir?
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
Berita Terkini
Indonesia Punya 40%...
Indonesia Punya 40% Cadangan Nikel Dunia, Anehnya Tak Bisa Pimpin Rantai Pasok Baterai Global
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
Infografis
Donald Trump Marah Besar...
Donald Trump Marah Besar kepada Vladimir Putin, Ada Apa?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved