SDM Pertanian Penentu Sukses Pengembangan Food Estate
Minggu, 19 September 2021 - 06:54 WIB
loading...
A
A
A
“Food estate di Kalimantan itu utamanya padi, Sumatera Utara fokus hortikultura sedangkan NTT atau Sumba Tengah adalah padi dan jagung. Tujuan inti food estate tetap ditujukan untuk menggenjot produksi,” kata Dedi Nursyamsi saat membuka Pertemuan Koordinasi Tim Detasering Food Estate di Denpasar, Kamis (16/9/2021) lalu.
(Baca juga:Food Estate Kalteng Jadi Percontohan Pertanian Modern)
Menurutnya, tiga faktor pengungkit produktivitas yakni inovasi teknologi dan sarana-prasarana, peraturan perundangan dari tingkat presiden, menteri, gubernur hingga tingkat di bawahnya.
“Kendati begitu, yang paling utama dan tertinggi dalam mendongkrak produktifitas pertanian, tetap SDM, yang tak lain petani dan petani milenial yang berhimpun pada kelompok tani dan Gapoktan atau KWT (kelompok wanita tani) dan penyuluh,” kata Dedi Nursyamsi.
Hal itu menunjukkan yang harus dibenahi terlebih dahulu agar produktifitas naik adalah SDM pertanian. Sebab SDM penentu peningkatan produktivitas lantaran menguasai seluruh tahapan dari kegiatan usaha tani.
(Baca juga:Food Estate Kalteng Jadi Percontohan Pertanian Modern)
Menurutnya, tiga faktor pengungkit produktivitas yakni inovasi teknologi dan sarana-prasarana, peraturan perundangan dari tingkat presiden, menteri, gubernur hingga tingkat di bawahnya.
“Kendati begitu, yang paling utama dan tertinggi dalam mendongkrak produktifitas pertanian, tetap SDM, yang tak lain petani dan petani milenial yang berhimpun pada kelompok tani dan Gapoktan atau KWT (kelompok wanita tani) dan penyuluh,” kata Dedi Nursyamsi.
Hal itu menunjukkan yang harus dibenahi terlebih dahulu agar produktifitas naik adalah SDM pertanian. Sebab SDM penentu peningkatan produktivitas lantaran menguasai seluruh tahapan dari kegiatan usaha tani.
Lihat Juga :