IHSG Berkutat di Zona Merah 2 Hari Beruntun, Ini Kata Analis
Selasa, 21 September 2021 - 19:00 WIB
loading...
A
A
A
Lisa menjelaskan bahwa krisis grup properti China Evergrande tidak separah yang pernah terjadi sebelumnya, dan mengharapkan agar bisa cepat berlalu. "Mudah-mudahan efek sentimen negatifnya di market akan mencair setelah ada kabar bailout dari pemerintah China," tandasnya.
Baca juga: Hingga Hari Ini, Indonesia Telah Mengamankan 267 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Untuk diketahui, pada penutupan hari ini terdapat 284 emiten yang sahamnya melemah, 229 yang menguat, dan 146 stagnan. Adapun transaksi perdagangan mencapai Rp10,9 triliun dari 22,5 miliar lembar saham yang laku.
Sementara investor asing terpantau melakukan aksi jual sebesar Rp429,40 miliar di pasar reguler, dengan pembelian bersih di market negosiasi-tunai mencapai Rp197,15 miliar. Sehingga akumulasi asing adalah net-sell Rp232,24 miliar.
Sejumlah indeks di kawasan Asia juga bergerak variatif yaitu N225 (-2,17%) di 29.839, HSI (0,51%) di 24.221, SSEC tutup, STI (0,63%) dI 3.060, dan KOSPI (0,33%) di 3.140.
Baca juga: Hingga Hari Ini, Indonesia Telah Mengamankan 267 Juta Dosis Vaksin Covid-19
Untuk diketahui, pada penutupan hari ini terdapat 284 emiten yang sahamnya melemah, 229 yang menguat, dan 146 stagnan. Adapun transaksi perdagangan mencapai Rp10,9 triliun dari 22,5 miliar lembar saham yang laku.
Sementara investor asing terpantau melakukan aksi jual sebesar Rp429,40 miliar di pasar reguler, dengan pembelian bersih di market negosiasi-tunai mencapai Rp197,15 miliar. Sehingga akumulasi asing adalah net-sell Rp232,24 miliar.
Sejumlah indeks di kawasan Asia juga bergerak variatif yaitu N225 (-2,17%) di 29.839, HSI (0,51%) di 24.221, SSEC tutup, STI (0,63%) dI 3.060, dan KOSPI (0,33%) di 3.140.
(ind)
Lihat Juga :