Terapkan Pembatasan dan Ekonomi Tetap Terjaga, Peran Airlangga Diakui

Rabu, 22 September 2021 - 12:19 WIB
loading...
Terapkan Pembatasan...
Penghargaan yang diterima Menko Airlangga Hartarto dari Priyadarshni Academy Global Award dinilai menjadi wujud pengakuan akan suksesnya penanganan pandemi oleh pemerintah Indonesia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Penghargaan yang diterima Menko Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Airlangga Hartarto dari Priyadarshni Academy Global Award for Outstanding Contribution to National Economic Recovery dinilai menjadi wujud pengakuan akan suksesnya penanganan pandemi oleh pemerintah Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh ekonom senior Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy yang menerangkan, bahwa pemerintah Indonesia berhasil menurunkan angka kasus positif (positivity rate) Covid-19 yang tercepat di dunia.

"Harus diakui, di bawah Ketua KPCPEN Airlangga, bersama Luhut dan Menkes, Indonesia menjadi salah satu negara terbaik di dunia yang mampu menurunkan kasus sebesar 58 persen dalam waktu 2 minggu. Ini sesuai penilaian dari lembaga penelitian John Hopkins University. Dan capaian ini luar biasa," ujar Yusuf.

Baca Juga: Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Penting untuk Menyerap Tenaga Kerja

Menurut Yusuf, strategi pemerintah yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi) ini dalam menghadapi lonjakan kasus gelombang pertama dan gelombang kedua dapat menjadi inspirasi negara lain yang hendak menerapkan pembatasan, namun perekonomian tetap terjaga.

"Meskipun terjadi perbedaan pendapat dari banyak akademisi apakah kebijakan lockdown merupakan strategi yang tepat. Tapi kalau kita lihat saat gelombang pertama dan gelombang kedua, pemerintah berhasil menurunkan kasus cukup drastis. Ini bisa jadi inspirasi bagi negara lain," ungkapnya.

Selain mengendalikan Covid-19, menurut Yusuf, pemerintah juga cepat dalam melakukan vaksinasi kepada masyarakat. Ia menyebut berbagai lembaga yang memprediksikan Indonesia baru akan rampung 10 tahun mendatang.

"Banyak lembaga penelitian yang sanksi progres dari vaksinasi di Indonesia, apalagi mencapai herd immunity di akhir tahun ini. Saya kira itu meleset semua, kalau kita lihat angka data 1 bulan terakhir ini progresnya cukup tepat. Percepatan vaksinasi ini menurut saya juga berkat akselerasi Airlangga sebagai Menko Perekonomian dan Ketua KPCPEN. Tanpa vaksinasi, pemulihan kesehatan dan ekonomi akan sulit stabil," jelas Yusuf.

Sebelumnya diberitakan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dianugerahi Priyadarshni Academy Global Award for Outstanding Contribution to National Economic Recovery. Hal itu berlangsung pada pelaksanaan the 37th Anniversary Global Awards Function secara virtual yang berlangsung pada hari Senin (20/9/2021).

Baca Juga: Menko Airlangga: Global Award for Outstanding Contribution to National Economic Recovery ditujukan untuk Rakyat Indonesia

Priyadarshni Academy merupakan akademi yang memberikan layanan kepada kemanusiaan, utamanya di bidang sosial budaya dan pendidikan, yang telah menyelenggarakan Global Awards Function sejak didirikan pada tahun 1985.

Priyadarshni Academy Global Awards Advisory Committee diketuai oleh ilmuwan Dr. Raghunath Anant Mashelkar. Menko Airlangga dinilai sebagai tokoh Indonesia yang memberikan kontribusi besar dalam pemulihan ekonomi nasional dan penanganan Covid-19, tidak hanya kepada Indonesia namun juga kepada India.

Dalam kesempatan tersebut, Menko Airlangga mengapresiasi kepercayaan Priyadarshni Academy dan Pemerintah India atas penghargaan yang diberikan.

“Penghargaan ini tidak hanya diberikan kepada saya, tetapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia, khususnya di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi, yang berjuang untuk memulihkan situasi ekonomi di tengah pandemi Covid-19,” ucap Menko Airlangga.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi...
BUMN Ekspor Resmi Beroperasi Besok 1 Juni 2026! Terbagi 2 Fase, Eksportir Wajib Lapor DSI
Rakortas Stimulus Kuartal...
Rakortas Stimulus Kuartal II 2026: Berikut Paket Insentif Fiskal, hingga Biaya Transportasi
Gap Dagang Puluhan Miliar...
Gap Dagang Puluhan Miliar Dolar dengan AS-China di Balik Pembentukan BUMN Khusus Ekspor DSI
Rupiah Rp17.600 per...
Rupiah Rp17.600 per Dolar AS, Airlangga Beberkan Alasan Tak Sama dengan Memori Kelam Krisis 1998
Menko Airlangga Tepis...
Menko Airlangga Tepis Penundaan Ekspor Komoditas via Danantara: Tetap 1 Juni 2026
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan...
WFH ASN Tiap Jumat Dipastikan Lanjut untuk 2 Bulan ke Depan
Momen Hangat Airlangga...
Momen Hangat Airlangga Lepas Kepulangan PM Australia Albanese
Presiden Prabowo Panggil...
Presiden Prabowo Panggil Menko Airlangga, Ini yang Dibahas
Airlangga Tegaskan Tak...
Airlangga Tegaskan Tak Ada Rencana Mundur dari Kabinet
Rekomendasi
Soal Rupiah, Tomkur:...
Soal Rupiah, Tomkur: Perlu Koordinasi Kebijakan Lintas Sektor
Sidang Tuntutan Dalang...
Sidang Tuntutan Dalang Pembunuhan Kacab Bank Ditunda
Tubuh yang Sehat dan...
Tubuh yang Sehat dan Percaya Diri lewat Pendekatan Medis Holistik
Berita Terkini
Menkeu Purbaya: Panda...
Menkeu Purbaya: Panda Bond Indonesia Dapat Dukungan Penuh Bank Sentral China
Cetak Sejarah, Hanasui...
Cetak Sejarah, Hanasui Jadi Serum Indonesia Pertama yang Diekspor ke Jepang
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
OJK Rilis Daftar Direksi...
OJK Rilis Daftar Direksi BEI Baru, Ada 7 Direktur Terpilih
APKB Dorong Penyempurnaan...
APKB Dorong Penyempurnaan Regulasi Kawasan Berikat: Menjaga Daya Saing Industri dan Investasi
PLN EPI Tuntaskan Hot...
PLN EPI Tuntaskan Hot Tap WNTS-Pemping, Gas Natuna Siap Mengalir ke Dalam Negeri
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved