Menko Airlangga: Pertumbuhan Ekonomi Penting untuk Menyerap Tenaga Kerja
Selasa, 21 September 2021 - 20:25 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. FOTO/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Menteri Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan pentingnya meningkatkan pertumbuhan ekonomi . Peningkatan pertumbuhan ekonomi penting dilakukan guna mendongkrak penyerapan tenaga kerja akibat terdampak pandemi.
"Pertumbuhan ekonomi tinggi diperlukan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat di tengah peningkatan tingkat pengangguran dan kemiskinan pada masa pandemi ini, serta untuk keluar dari middle income trap dalam jangka menengah panjang," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (21/9/2021).
Baca Juga: Menko Airlangga: Global Award for Outstanding Contribution to National Economic Recovery ditujukan untuk Rakyat Indonesia
Menurut dia transformasi serta meningkatkan daya saing investasi Indonesia dan terus melakukan reformasi struktural penting untuk mendorong ekonomi pascapandemi. Di samping juga terus menekan angka kasus Covid-19.
Sebagaimana diketahui, Indonesia termasuk negara yang mulai berhasil menurunkan jumlah kasus harian setelah kasus meledak di akhir Juli lalu. Namun perbaikan ini juga perlu didorong dengan perbaikan aktivitas ekonomi dengan menerapkan kebijakan PPKM dibarengi dengan penanganan kesehatan dan perlinsos.
Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan reformasi struktural melalui implementasi UU Cipta Kerja. Salah satu implementasi UU Cipta Kerja adalah sistem pengurusan perizinan berbasis risiko (OSS-RBA) yang telah diluncurkan pada 9 Agustus 2021. Pemerintah juga telah membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk meningkatkan dan mengoptimalkan investasi yang dikelola dalam jangka panjang sehingga dapat mendukung pembangunan secara berkelanjutan.
Berbagai upaya tersebut akan membantu memperkuat kembali momentum pemulihan ekonomi sehingga diharapkan dapat kembali tumbuh ekspansif di Triwulan IV-2021. Ekonomi Indonesia diproyeksikan dapat tumbuh di kisaran 3,7%-4,5% di akhir 2021, dan tumbuh di kisaran 5,0%-5,5% di 2022 apabila kondisi pandemi sudah semakin membaik.
"Pertumbuhan ekonomi tinggi diperlukan untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dan kesejahteraan masyarakat di tengah peningkatan tingkat pengangguran dan kemiskinan pada masa pandemi ini, serta untuk keluar dari middle income trap dalam jangka menengah panjang," ujar Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Selasa (21/9/2021).
Baca Juga: Menko Airlangga: Global Award for Outstanding Contribution to National Economic Recovery ditujukan untuk Rakyat Indonesia
Menurut dia transformasi serta meningkatkan daya saing investasi Indonesia dan terus melakukan reformasi struktural penting untuk mendorong ekonomi pascapandemi. Di samping juga terus menekan angka kasus Covid-19.
Sebagaimana diketahui, Indonesia termasuk negara yang mulai berhasil menurunkan jumlah kasus harian setelah kasus meledak di akhir Juli lalu. Namun perbaikan ini juga perlu didorong dengan perbaikan aktivitas ekonomi dengan menerapkan kebijakan PPKM dibarengi dengan penanganan kesehatan dan perlinsos.
Selain itu, Pemerintah juga berkomitmen untuk melakukan reformasi struktural melalui implementasi UU Cipta Kerja. Salah satu implementasi UU Cipta Kerja adalah sistem pengurusan perizinan berbasis risiko (OSS-RBA) yang telah diluncurkan pada 9 Agustus 2021. Pemerintah juga telah membentuk Lembaga Pengelola Investasi (LPI) untuk meningkatkan dan mengoptimalkan investasi yang dikelola dalam jangka panjang sehingga dapat mendukung pembangunan secara berkelanjutan.
Berbagai upaya tersebut akan membantu memperkuat kembali momentum pemulihan ekonomi sehingga diharapkan dapat kembali tumbuh ekspansif di Triwulan IV-2021. Ekonomi Indonesia diproyeksikan dapat tumbuh di kisaran 3,7%-4,5% di akhir 2021, dan tumbuh di kisaran 5,0%-5,5% di 2022 apabila kondisi pandemi sudah semakin membaik.
Lihat Juga :