Trik Pedagang Mobil Bekas Siasati Perpanjangan Relaksasi PPnBM

Rabu, 22 September 2021 - 21:37 WIB
loading...
Trik Pedagang Mobil...
Penjualan mobil bekas tak bisa ngegas gara-gara perpanjangan relaksasi PPnBM. Foto/MPI/IqbalDwiPurnama
A A A
JAKARTA - Kebijakan pemerintah yang memperpanjang relaksasi PPnBM 100% untuk penjualan kendaraan sampai akhir tahun 2021 memang berdampak baik pada penjualan mobil baru. Alhasil, ikut mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sayangnya, kebijakan itu justru berpengaruh negatif terhadap pasar mobil bekas . Kris (43), pemilik showroom Maxindo Autocar yang berada di Bursa Mobil MGK, Kemayoran, Jakarta Pusat, menyebutkan kebijakan itu berimplikasi pada tren penjualan mobil di showroomnya.

Baca juga: Hadirkan Platform Baru, MPM Group Libatkan Robot Pintar Pilih Mobil Bekas

Saat dijumpai MNC Portal Indonesia, Kris menjelaskan harga mobil baru dengan tawaran diskon PPnBM setara dengan mobil second atau bekas yang dijualnya saat ini.

"Kalau untuk pengaruh di penjualan mobil bekas yang pasti sangat berpengaruh, karena pasti harga barunya murah. Pasti second-nya pun lebih murah. Kalau kami pemilik modal lama, berarti gak bisa jual," ujarnya kepada MNC Portal, Rabu (22/9/2021).

Kris kemudian menyebut sebuah merek mobil Toyota yang memiliki price list Rp340 juta. Saat mendapat potongan PPnBM, harganya menjadi Rp265 juta pada 2021. "Kalau saya punya yang 2020 atau 2019 dengan modal waktu itu saya beli Rp270 juta, ya udah gak mungkin jual kan saya. Orang pasti milih beli baru dong," sambung Kris.

Untuk itu Kris mengatakan, langkah yang bisa dilakukan untuk saat ini kemungkinan menahan penjualan. Namun hal itu juga menurutnya bukan solusi tepat, sebab relaksasi PPnBM sendiri akan berlangsung hingga akhir tahun.

"Kalau saya pribadi, kalau mau ditahan pun, mau ditahan sampai kapan? Misal 6 bulan, saya rasa tidak mungkin, saya mungkin lebih baik jual rugi aja," lanjutnya.

Dari situasi itu, Kris mengindikasikan penjualannya akan menurun bekisar 20% untuk tipe penjualan mobil yang terkena potongan PPnBM. "Kalau kita berbicara penjualan, bisa rugi 20% kalau mobil yang mendapat PPnBM-nya besar," kata Kris.

Baca juga: Masuk Musim Pancaroba, BMKG Imbau Masyarakat Waspadai Cuaca Ekstrem

Namun Kris memaknainya sebagai risiko bisnis yang akan dilewati bersama timnya dengan strategi-strategi baru. Misalnya seperti saat ini masyarakat banyak yang mencari mobil di level Rp100 jutaan, maka Kris akan bermain di pasar itu.

"Tapi itulah menurut saya risiko dagang, tapi selama itu bisa mendorong perekonomian ya sudahlah. Namanya bisnis kan menurut saya ada risikonya, tinggal pintar-pintar saja pilih unit," pungkas Kris.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MUF Hadirkan MOBEX 2026,...
MUF Hadirkan MOBEX 2026, Bursa Mobil Bekas dengan Akses Digital
Kolaborasi Pelaku Industri,...
Kolaborasi Pelaku Industri, Mitra Bisnis dan Konsumen Perkuat Ekosistem Otomotif
MUF Gelar Mobil Bekas...
MUF Gelar Mobil Bekas Expo Jelang Lebaran, Catat Tanggalnya
Daftar Mobil Hybrid...
Daftar Mobil Hybrid yang Bakal Kecipratan Insentif Diskon Pajak 3% Mulai 2025
Geliat Bisnis Balai...
Geliat Bisnis Balai Lelang, Menimbang Keamanan Beli Kendaraan Bekas
Gaet Produsen EV Dunia,...
Gaet Produsen EV Dunia, Insentif PPnBM DTP dan Impor Kendaraan Listrik Diberikan hingga 2025
Rayakan 10 Tahun, Otospector...
Rayakan 10 Tahun, Otospector Luncurkan Otos.id: Ribuan Mobil Bekas Bergaransi 1 Tahun.
Harga Suzuki XL7 Bekas...
Harga Suzuki XL7 Bekas Masih Stabil, Bisa Jadi Pilihan Menarik untuk Keluarga
Bisa Perpanjang SIM...
Bisa Perpanjang SIM dan STNK, ACC Carnival Hadir di Samarinda
Rekomendasi
Tim Hukum Merah Putih:...
Tim Hukum Merah Putih: Tawaran RJ untuk Roy Suryo dan Dokter Tifa Bukan Ajakan Jokowi
Timnas Amerika Serikat...
Timnas Amerika Serikat Dapat Jalur Relatif Mudah ke Semifinal Piala Dunia 2026
Messi Menyala! Argentina...
Messi Menyala! Argentina Tundukkan Austria 2-0
Berita Terkini
Indonesia, Swiss, dan...
Indonesia, Swiss, dan UNDP Luncurkan Fase Baru Transformasi Lanskap Berkelanjutan di Indonesia
Perkuat Layanan Digital...
Perkuat Layanan Digital melalui Care+, LGI Hadirkan Fitur Wellness
Pasokan Seret Batu Bara...
Pasokan Seret Batu Bara Picu Pemadaman Listrik, Legislator Soroti Lambannya Persetujuan RKAB
MyPertamina Gelar Program...
MyPertamina Gelar Program Pesta Bola, Tingkatkan Engagement melalui Ekosistem Digital
Dorong Ekonomi Desa...
Dorong Ekonomi Desa Binaan, Program Genera-Z Berbakti BCA Siap Masuki Fase Implementasi
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Infografis
Baterai Mobil Listrik...
Baterai Mobil Listrik Made in Karawang Mendunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved