Proyek Olefin TPPI Punya Dampak Ekonomi Besar, Bikin Sehat Neraca Dagang
Kamis, 23 September 2021 - 02:22 WIB
loading...
A
A
A
Karena berdampak ekonomi yang sangat besar itulah, tegasnya, proyek tersebut harus didukung semua pihak. Baca Juga: PTK Grup-TPPI Sinergi Tingkatkan Operational Excellence
“Ini akan menyehatkan neraca perdagangan kita dan menghemat devisa. Maka proyek ini harus didukung karena dampak ekonominya besar. Yang penting sekarang kita kawal adalah jangan sampai proyek yang sudah dibahas sejak 2017 ini gagal dan berlarut-larut,” ujar Ferdinand.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menilai, pengelolaan kilang TPPI di bawah Pertamina optimasi kawasan kilang TPPI akan berpotensi menciptakan penghematan devisa negara hingga USD4,9 miliar atau sekitar Rp56 triliun. Untuk itu, pengelolaan kawasan pabrik Petrokimia TPPI akan berkontribusi menciptakan ketahanan energi melalui subtitusi produk petrokimia impor.
Dalam pembangunan pabrik petrokimia tersebut, Pertamina memastikan penyerapan tingkat komponen dalam negeri sesuai dengan target minimal yang telah ditetapkan, yaitu 30%, baik melalui barang maupun jasa, termasuk tenaga kerja lokal untuk dapat berkontribusi dalam operasional proyek.
“Ini akan menyehatkan neraca perdagangan kita dan menghemat devisa. Maka proyek ini harus didukung karena dampak ekonominya besar. Yang penting sekarang kita kawal adalah jangan sampai proyek yang sudah dibahas sejak 2017 ini gagal dan berlarut-larut,” ujar Ferdinand.
Sebelumnya, Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) menilai, pengelolaan kilang TPPI di bawah Pertamina optimasi kawasan kilang TPPI akan berpotensi menciptakan penghematan devisa negara hingga USD4,9 miliar atau sekitar Rp56 triliun. Untuk itu, pengelolaan kawasan pabrik Petrokimia TPPI akan berkontribusi menciptakan ketahanan energi melalui subtitusi produk petrokimia impor.
Dalam pembangunan pabrik petrokimia tersebut, Pertamina memastikan penyerapan tingkat komponen dalam negeri sesuai dengan target minimal yang telah ditetapkan, yaitu 30%, baik melalui barang maupun jasa, termasuk tenaga kerja lokal untuk dapat berkontribusi dalam operasional proyek.
(akr)
Lihat Juga :