Perusahaan Investasi Global Capria Ventures Siap Bangun Ekosistem Startup Indonesia
Kamis, 23 September 2021 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
Dimulai dari populasi muda yang besar, lanjut Pandu, kelas menengah yang baru muncul, perkembangan ekonomi internet yang tumbuh cepat, serta lanskap ekonomi dan politik yang stabil. Faktor-faktor tersebut membantu Indonesia melahirkan perusahaan teknologi terbesar di Asia Tenggara, seperti Gojek, Tokopedia, dan Traveloka.
Baca Juga: Kemenparekraf Ajak Pengembang Startup Berdayakan Seluruh Lapisan Masyarakat
"Lebih dari itu, terletak di jantung Asia Tenggara, negara ini adalah negara terpadat keempat di dunia dengan jutaan orang yang masuk ke dalam kelas menengah setiap tahun, dan pengeluaran konsumen yang diperkirakan akan terus tumbuh dua digit, " papar Pandu.
Dia menambahkan, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 49% per tahun sejak 2015, ekonomi internet Indonesia berkembang dengan pesat. Laju pertumbuhan ini telah melampaui semua ekspektasi dan telah memposisikan Indonesia sebagai ekonomi internet terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, berada di jalur yang tepat untuk melampaui USD130 miliar pada tahun 2025.
Menurut dia, merebaknya Covid-19 memicu era baru pertumbuhan ekonomi digital karena konsumen mendapat dorongan besar untuk pindah online dan mengadopsi e-commerce dan solusi digital lain.
"Indonesia adalah rumah bagi enam unicorn termasuk raksasa ride hailing Gojek, agen perjalanan online Traveloka, perusahaan pembayaran digital OVO dan GoPay, dan pasar online Tokopedia dan Bukalapak yang memiliki bursa saham terbesar di Asia Tenggara, sehingga likuiditas tidak menjadi masalah," paparnya.
Baca Juga: Kemenparekraf Ajak Pengembang Startup Berdayakan Seluruh Lapisan Masyarakat
"Lebih dari itu, terletak di jantung Asia Tenggara, negara ini adalah negara terpadat keempat di dunia dengan jutaan orang yang masuk ke dalam kelas menengah setiap tahun, dan pengeluaran konsumen yang diperkirakan akan terus tumbuh dua digit, " papar Pandu.
Dia menambahkan, dengan tingkat pertumbuhan rata-rata 49% per tahun sejak 2015, ekonomi internet Indonesia berkembang dengan pesat. Laju pertumbuhan ini telah melampaui semua ekspektasi dan telah memposisikan Indonesia sebagai ekonomi internet terbesar dan dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara, berada di jalur yang tepat untuk melampaui USD130 miliar pada tahun 2025.
Menurut dia, merebaknya Covid-19 memicu era baru pertumbuhan ekonomi digital karena konsumen mendapat dorongan besar untuk pindah online dan mengadopsi e-commerce dan solusi digital lain.
"Indonesia adalah rumah bagi enam unicorn termasuk raksasa ride hailing Gojek, agen perjalanan online Traveloka, perusahaan pembayaran digital OVO dan GoPay, dan pasar online Tokopedia dan Bukalapak yang memiliki bursa saham terbesar di Asia Tenggara, sehingga likuiditas tidak menjadi masalah," paparnya.
(fai)
Lihat Juga :