PPATK Temukan 5.000 Laporan Terkait Aliran Dana Kelompok Terorisme

Jum'at, 24 September 2021 - 14:47 WIB
loading...
PPATK Temukan 5.000...
PPATK melaporkan ada sekitar 5.000 transaksi keuangan mencurigakan menyangkut pendanaan terorisme. FOTO/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melaporkan dalam lima tahun terakhir ada sekitar 5.000 transaksi keuangan mencurigakan menyangkut pendanaan terorisme . Kepala PPATK Dian Ediana Rae mengatakan seluruhnya telah dianalisis dan telah dilaporkan kepada lembaga terkait.

"Itu bukan jumlah sedikit dan tentu sangat mengkhawatirkan. PPATK sudah mengeluarkan informasi terkait pendanaan terorisme atau radikalisme ke berbagai lembaga seperti BIN, BNPT, Densus 88 dan juga kepolisian secara umum," kata Dian dalam Dialog Kebangsaan Sesi 2 OJK secara virtual, Jakarta, Jumat (24/9/2021).

Baca Juga: Hingga September, Kominfo Hapus 24.531 Konten Pornografi, Terorisme dan Hoaks Covid-19

Dian mengungkapkan transaksi terkait pendanaan terorisme justru meningkat di tengah pandemi Covid-19. Kelompok teroris disebut semakin massif memanfaatkan situasi krisis saat ini. "Mereka memanfaatkan situasi di tengah banyaknya masyarakat sedang depresi. Mereka gencar kamapanye soal ideologi," jelasnya.

Baca Juga: Terungkap! Ini Dia Penyebab Evergrande China Hampir Kolaps

Dia mengakatakan semakin tingginya pendanaan untuk kegiatan terorisme perlu menjadi perhatian serius. Apalagi polanya sangat dinamis sehingga perlu diwaspadai dengan cermat. Modusnya pun beragam, seperti penghimpunan dana dari masyarakat melalui media sosial, sumbangan dari anggota, pembiayaan sendiri dan pendanaan dari korporasi.

"Karena uang pendanaan terorisme itu tidak harus sifatnya besar. Memang tidak harus diberikan orang lain atau organisasi bisa juga merupakan inisiatif sendiri," kata dia.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
Implementasi Biodiesel...
Implementasi Biodiesel B50 Tak Cukup dengan Kapasitas Produksi, Sistem Pendanaan Harus Diperkuat
Indonesia Butuh Investasi...
Indonesia Butuh Investasi Rp3.000 Triliun demi Transisi Energi, Dari Mana Duitnya?
Kinerja Positif, Cicil...
Kinerja Positif, Cicil Salurkan Pendanaan Rp3,36 Triliun di Awal 2026
Pendanaan Bank ke Pinjol...
Pendanaan Bank ke Pinjol Tembus Rp60 Triliun, Ekonom Sebut Imbal Hasil Lebih Menarik
Hubungkan Inovator Lokal...
Hubungkan Inovator Lokal dengan Jaringan Modal Internasional di The 2026 Asia Grassroots Forum
Bareskrim Polri Gandeng...
Bareskrim Polri Gandeng PPATK Selidiki Bos Markas Judi Online di Hayam Wuruk
Dukung Penguatan PPATK,...
Dukung Penguatan PPATK, Sahroni: Perannya Besar dalam Pemberantasan Korupsi!
Rekomendasi
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Biaya Operasional Tinggi,...
Biaya Operasional Tinggi, Gapasdap Minta Pemerintah Naikkan Tarif Angkutan Penyeberangan
Birokrasi dan Paradoks...
Birokrasi dan Paradoks Belanja Negara
Berita Terkini
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Santai Seaplane Buka...
Santai Seaplane Buka Pangkalan di Banyuwangi, Perkuat Konektivitas Wisata Premium
IHSG Melesat 3,5 Persen,...
IHSG Melesat 3,5 Persen, Saham BUMN Jadi Motor Penguatan Bursa
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
Infografis
Menhan Australia Telepon...
Menhan Australia Telepon Menteri Sjafrie Terkait Rumor Pangkalan Militer Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved