Harga Telur Tiarap, September Diperkirakan Deflasi 0,01%
Jum'at, 24 September 2021 - 16:13 WIB
loading...
Harga telur, bawang dan cabai yang turun diperkirakan menjadi penyumbang utama deflasi September 2021. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Berdasarkan Survei Pemantauan Harga pada minggu keempat bulan September 2021, Bank Indonesia (BI) memastikan perkembangan harga pada bulan ini tetap terkendali dan diperkirakan terjadi deflasi sebesar 0,01% (month to month/mtm).
Baca Juga: Pedagang Telur Kena Hantam Kanan-Kiri: Pasar Sepi dan Harga Anjlok
Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender diperkirakan sebesar 0,83% (year to date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,63% (year on year/yoy).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penyumbang utama deflasi September 2021 sampai dengan minggu keempat adalah komoditas telur ayam ras sebesar -0,08% (mtm), bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,03% (mtm), cabai merah sebesar -0,02% (mtm), serta bawang putih sebesar -0,01% (mtm).
"Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain daging ayam ras dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,03% (mtm), sawi hijau dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm)," jelas Erwin, Jumat (24/9/2021).
Baca Juga: Pedagang Telur Kena Hantam Kanan-Kiri: Pasar Sepi dan Harga Anjlok
Dengan perkembangan tersebut, perkiraan inflasi September 2021 secara tahun kalender diperkirakan sebesar 0,83% (year to date/ytd), dan secara tahunan sebesar 1,63% (year on year/yoy).
Direktur Eksekutif Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan, penyumbang utama deflasi September 2021 sampai dengan minggu keempat adalah komoditas telur ayam ras sebesar -0,08% (mtm), bawang merah dan cabai rawit masing-masing sebesar -0,03% (mtm), cabai merah sebesar -0,02% (mtm), serta bawang putih sebesar -0,01% (mtm).
"Sementara itu, beberapa komoditas mengalami inflasi, antara lain daging ayam ras dan minyak goreng masing-masing sebesar 0,03% (mtm), sawi hijau dan rokok kretek filter masing-masing sebesar 0,01% (mtm)," jelas Erwin, Jumat (24/9/2021).
Lihat Juga :